Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Keong Emas Serang Lahan Petani Bojonegoro
Jum'at, 11 April 2008 | 19:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Setelah didera banjir, petani di Bojonegoro, Jawa Timur kini resah akibat serangan hama keong emas. Binatang berwarna keemasan sebesar ibu jari kaki ini, menyerang tanaman padi berumur kurang dari satu bulan di sedikitnya lima desa di Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.

Areal persawahan yang diserang keong emas tercatat sebanyak lima desa. Yaitu, Desa Brengolo, Leran, Mlaten, Mojodari dan Talok, Kecamatan Kalitidu. Jumlah luasan hektarannya belum tercatat secara resmi. Tetapi, data di Kantor Camat Kalitidu menyebutkan luasannya sekitar 80 hektare.

Keong emas bisanya berada di daerah genangan persawahan. Binatang ini, biasanya menyerang daun dan batang dan akar padi. Akibatnya, padi yang diserang binatang ini, mati secara pelan-pelan.

Pihak petugas penyuluh lapangan Kantor Kecamatan Kalitidu, sudah turun ke sejumlah desa-desa menemui petani. Binatan ini sulit diberantas dengan racun. Tetapi, diberantas dengan cara diambil satu persatu.

Tetapi, jika keong emos dibiarkan, populasinya akan
cepat membengkak. “Karena, binatang ini cepat
berkembang biak,” kata Ramijan, petani asal Talok, Kalitidu.

Di areal persawahan di Kalitidu, beberapa hari ini, sebagian masih digenangi air bekas banjir yang berakhir Maret lalu. Rupanya, genangan itulah yang digunakan untuk berkembangbiaknya keong emas hingga ribuan.

Camat Kalitidu, Nurul Azizah, membenarkan sejumlah areal persawahan di daerahnya diseran hama keong emas. Selain itu, daerahnya juga telah mewaspadai hama ulat yang juga menyerang sebagian lahan padi. “Kita sudah minta bantuan ke Dinas Pertanian, lewat petugas penyuluh lapangannya,” tegasnya pada Tempo yang dihubungi via telepon.

Dia menyebutkan, daerahnya menjadi kawasan berarti untuk produksi pertanian. Sebab, di Kalitidu, terdapat 12 desa dari total 23 desa yang masuk kategori lumbung padi andalan Kabupaten Bojoneoro. Artinya, jika hama tidak segera diberantas, dikhawatirkan akan berdampak pada produksi pertanian. sujatmiko


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121095 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Ongkos Haji Plus Naik US$ 500
Tidak Ada Lagi Kenaikan BBM
Seleksi Lembaga Perlindungan Saksi Dimulai Besok
Komisi Yudisial Jadwalkan Periksa Khaidir
Pembahasan Air Bersih di Tangerang Mandek

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data