Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pilkada Jawa Barat

Numan Keluhkan Tinta Gampang Hilang
Minggu, 13 April 2008 | 13:12 WIB

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Calon Wakil Gubernur Jawa Barat incumbent Numan Abdul Hakim mengeluhkan tinta yang digunakan untuk menandai pemilih yang sudah mencoblos ternyata gampang dihapus. "Ini jauh tidak berkualitas dibandingkan tinta yang digunakan waktu pemilu legislatif dulu," katanya di Bandung, Ahad (13/4).

Keluhan itu dilontarkan Numan setelah ia menemukan tinta yang selesai dipakai keponakannya, Abdul Muhit, 17 tahun, cepat sekali terhapus selesai mencoblos. Abdul Muhit, putra adiknya, Anggota DPD KH Sofyan Yahya itu, menunjukkan jarinya yang sudah bersih meski sebelumnya diwarnai tinta ungu tua. Muhit mencoblos pagi hari sebelum Numan datang. "Saya cuci pakai sabun," katanya.

Sofyan yang mencoblos setelah Nu'man, juga menunjukkan jarinya sudah bersih. Ia mengaku cukup memakai tisu basah untuk membersihkannya. "Lihat telunjuknya ini," katanya.

Pasangan Agum Gumelar itu mengaku kuatir dengan kualitas tinta yang dipakai. Dengan kualitas seperti itu, ini membuka peluang terjadinya kecurangan. “Bisa saja pemilih mencoblos lebih dari sekali. Ini bisa jadi masalah di kemudian hari," katanya.

Numan berencana melaporkannya pada tim suksesnya untuk membicarakan temuan itu. Ia berharap, ini tidak menjadi bakal sengketa baru pasca pencoblosan nanti.

Menurut Numan, temuannya itu menambah panjang deretan masalah yang muncul pada penyelenggaraan Pilkada. Saat berkeliling sebelum mencoblos di TPS 06 Kelurahan Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, dia juga menemukan surat suara yang rusak. Juga adanya TPS yang kekurangan surat suara. Jumlahnya sampai sepertiga jumlah pemilih. “Ini belum ditambah dengan banyaknya warga Jawa Barat yang tidak terdaftar sebagai pemilih,” ujarnya.

Numan berharap, semua masalah yang timbul pada penyelenggaraan Pilkada tak berbuntut sengketa menjelang pengumuman hasilnya nanti. Kalah atau menang paparnya, harus diterima masing-masing kandidat dengan lapang dada. "Demokrasi itu adalah sportivitas," katanya.

Numan mengaku siap kalah. Meski begitu ia optimis dia dan pasangannya akan memenangkan pemilihan. “Feeling saya hanya satu putaran," katanya.

Ahmad Fikri


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121145 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data