|
Gunung Kelud
Warga Nekat Masuk ke Terowongan Gunung Kelud
Minggu, 13 April 2008 | 18:06 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:
Status Gunung Kelud yang rencananya diturunkan dari waspada ke aktif normal membuat ratusan warga berbondong-bondong mendaki gunung berketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut hari ini. Mereka menyangka, rencana penurunan status itu akan diikuti dengan pembukaan pintu pembatas terowongan yang berada di bawah perut gunung.
"Kami ingin membuktikan apakah terowongan sudah dibuka setelah pemberitaan status Kelud diturunkan menjadi aktif normal," kata Roni Rudinanto, salah seorang pendaki gunung asal Surabaya. Namun saat dia hendak masuk ke terowongan, yang menjadi akses menuju kawah yang sudah berubah menjadi anak gunung akibat pertumbuhan kubah lava itu, masih ditutup pagar pembatas.
"Saya kecewa tidak bisa menembus terowongan, tapi saya lega bisa melihat anak gunung dari dekat," ujar Roni. Menurut Khoirul Huda, seorang vulkanolog yang bertugas di Pos Pemantuan Gunung Kelud di Dusun Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri menyatakan pembukaan pintu terowongan adalah kewenangan Pemerintah Kabupaten Kediri.
Pemerintah Kabupaten Kediri menegaskan, hingga kini belum berencana membuka terowongan. Selain sangat beresiko, pembukaan harus menunggu rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung. "Kami mohon masyarakat tidak nekat mendekati anak gunung karena radius 1,5 kilometer masih dinilai berbahaya," kata Sigit Rahardjo, juru bicara Pemerintah Kabupaten Kediri.
DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|