|
Kelud akan diturunkan Statusnya:
Warga Nekat Hendak Menerobos Terowongan
Minggu, 13 April 2008 | 18:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mencuatnya rencana penurunan status Gunung Kelud dari waspada ke aktif normal membuat ratusan warga berbondong-bondong menuju gunung berketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut, Minggu (13/4).
Mereka menyangka, rencana penurunan status itu akan diikuti pembukaan pintu pembatas terowongan yang berada di bawah perut gunung. Terowongan itu merupakan akses menuju kawah yang kini berubah menjadi anak gunung akibat pertumbuhan kubah lava.
"Kami sengaja datang untuk membuktikan apakah terowongan sudah dibuka setelah muncul pemberitaan status Kelud akan diturunkan menjadi aktif normal," kata Roni Rudinanto, salah seorang warga Surabaya saat hendak masuk ke terowongan yang ternyata masih ditutup dengan pagar pembatas, Minggu (13/4).
Menurut Roni, dia rela datang dari jauh untuk melihat
anak gunung yang sangat fenomenal. Karena terowongan
masih ditutup, akhirnya dia menggunakan jasa warga
setempat yang bersedia mengantarkannya mendekati anak
gunung melalui jalan tikus.
"Meskipun kecewa tidak bisa menembus terowongan, tapi
saya lega bisa melihat dari dekat anak gunung setelah
diantar warga lewat jalu alternatif. Kawah yang dulu
begitu indah sekarang hilang tak berbekas," kata Roni.
Khoirul Huda, salah seorang vulkanolog yang bertugas
di Pos Pemantuan Gunung Kelud di Dusun Margomulyo,
Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri
menyatakan pembukaan pintu terowongan merupakan
kewenangan Pemerintah Kabupaten Kediri.
Namun tanpa rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, menurut Khoirul tentunya
pihak pemerintah daerah tidak berani gegabah membukanya.
"Saya sudah melaporkan kondisi terakhir Kelud ke
Bandung. Soal diturunkan atau tidaknya status Kelud
tergantung PVMBG. Kita tunggu saja perkembangannya,"
kata Khoirul.
Sementara, Pemerintah Kabupaten Kediri menegaskan
bahwa hingga kini belum ada rencana membuka
terowongan. Selain sangat beresiko, pebukaan harus
menunggu rekomendasi dari PVMBG. Meskipun saat ini
kondisi Kelud terkesan tenang, namun bukan berarti
tidak mengandung bahaya yang sewaktu-waktu bisa
terjadi.
"Setelah ada keputusan dari PVMBG Bandung, nanti yang
berhak membuka pintu terowongan adalah Dinas
Pariwisata Kabupaten Kediri yang selama ini menjadi
pengelola wisata Gunung Kelud. Kami mohon masyarakat
tidak nekat mendekati anak gunung karena radius 1,5
kilometer masih dinilai berbahaya," kata Sigit
Rahardjo, juru bicara Pemerintah Kabupaten
Kediri.DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|