Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Setiap Bulan Ada Korban Meninggal Karena Demam Berdarah
Minggu, 13 April 2008 | 19:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dinas Kesehatan Kota Malang mencatat setiap bulan, mulai Januari hingga Maret lalu, ada satu korban yang meninggal akibat serangan demam berdarah dengue (DBD). Ketiga korban tersebut adalah dua orang anak-anak dan seorang remaja putri. "Korban terlambat ditangani," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati, Minggu (13/4).

Enny Sekar enggan membeberkan identitas korban. Berdasarkan catatan Tempo, salah satu korban adalah Niki Putri Pertiwi, 12 tahun. Siswi kelas 7 SMPN 3 Kota Malang ini meninggal dunia pada tanggal 18 Februari lalu di Rumah Sakit RKZ Malang setelah menjalani perawatan selama sehari.

Data di Dinas Kesehatan menyebutkan jumlah penderita DBD selama tiga bulan terakhir ini sebanyak 174 orang. Penderita DBD terbanyak pada Februari dengan jumlah mencapai 73 orang. Sedangkan jumlah penderita pada tahun 2007 tercatat sebanyak 637 orang dengan jumlah yang meninggal sebanyak 10 orang. Pada tahun 2006, jumlah meninggal sebanyak empat orang, dan pada tahun 2005, jumlah penderita meninggal sebanyak tiga orang. "Setiap tahun ada kecenderungan jumlah penderita yang meninggal naik," ujar Enny.

Menurut Enny Sekar, jenis demam berdarah yang menyerang penderita di Kota Malang tergolong ganas. Serangan demam berdarah biasanya ditandai dengan adanya bintik kemerahan. Namun untuk yang jenis yang sekarang menyerang, tidak menunjukkan ada bintik merah. Jenis ini menyerang otak sehingga organ yang lain mengalami mal fungsi atau tidak berfungsi. Serangan ditandai dengan demam tinggi yang dibarengi dengan kejang-kejang hinga schock.

Untuk mengetahui adanya serangan DBD ini, masyarakat harus menjadikan patokan demam dengan siklus seperti pelana kuda sebagai gejala demam berdarah. Demam pelana kuda adalah badan demam tinggi, demam berkurang, lalu naik lagi. Penderita yang mengalami demam lalu turun dalam dua hari harus segera dibawa ke rumah sakit.

Dinkes meminta agar masyarakat waspada karena kondisi cuaca dan curah hujan yang saat ini tidak stabil berpeluang terhadap serangan DBD. Berdasar prediksi perkembangan penyakit, serangan DBD mulai menjangkiti pada September hingga April. Setelah bulan April, serangan akan menurun seiring dengan datangnya musim kemarau.

Untuk mencegah bertambahnya penerita, Dinkes akan mengotimalkan juru pemantau jentik yang berjumlah 624 orang. Dinkes juga menyediakan serbuk abate sepanjang tahun dan melakukan fogging secara bergiliran.

Dari berbagai cara pencegahan serangan DBD, pemberantasan sarang nyamuk merupakan cara yang paling efektif. Pemberantasan sarang nyamuk mampu membunuh nyamuk dewasa dan jentiknya. Sedangkan fogging hanya akan mematikan nyamuk yang dewasa. Bahkan bisa membuat nyamk dewasa kebal. Bibin Bintariadi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121168 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data