|
Pilkada Jawa Barat
Agum Minta Jangan Ada Yang Klaim Pemenang
Minggu, 13 April 2008 | 22:34 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Pasangan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Agum Gumelar dan Nu’man Abdul Hakim meminta warga Jawa Barat tidak menyimpulkan pemenang Pilkada berdasar Quick Count. Menurut dia, hasil perhitungan secara resmi sebaiknya menunggu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Jangan dulu menyimpulkan bahwa ada pemenang dalam pilgub ini,” kata Agum Gumelar kepada para penyokongnya yang berkumpul di Ballroom Hotel Holiday Inn, Bandung, Ahad (13/4).
Pasangan Agum, Nu’man Abdul Hakim mengaku terganggu dengan hasil Quick Count. Soalnya, banyak yang langsung menduga buruk bahwa mereka sudah kalah. Ia juga khawatir, nantinya ketika tim Aman dinyatakan sebagai pemenang oleh KPU Jawa Barat malah muncul suara miring. “Nanti ada yang menuduh macam-macam,” katanya.
Dia mengaku mendapat laporan beberapa kantung suara milik koalisi partai yang mendukung pasangan Aman memang di beberapa tempat. Di antaranya Kota Cirebon, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sukabumi. “Saya optimis akan menang.”
Agum sendiri mengaku terkejut dengna hasil penghitungan cepat yang dilansir Metro TV yang mengacu pada Quick Count yang dilakukan oleh Lembaga Survey Indonesia (LSI). Sebab, sejak awal tim kampanye Aman meyakini pasangan itu akan bersaing ketat dengan pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana. “Ini sesuatu yang menurut saya surprise,” katanya. Dia malah menuding “kemenangan” Hade sebagai anomali.
Apalagi semua lembaga survey sebelumnya tak ada satu pun yang memperkirakan hasil tersebut. Kendati diakuinya, survey terakhir pada 4 April yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia menunjukkan meningkatnya peluang Hade menjadi nomor dua, dan Aman bertengger di posisi satu. “Ternyata kalau sekarang jadi seperti ini, ini menjadi sesuatu yang patut menjadi pertanyaan,” kata Agum.
Ketua Tim Kampanye Aman, Rudi Harsa Tanaya juga optimis dengan kemangan Aman. Dia menghitung berdasarkan perolehan di atas kertas dari gabungan suara koalisi 7 partai pendukung yang seharusnya bisa mengumpulkan suara sampai 41,8 persen. “Kami berkeyakinan angka itu akan kembali ke pasangan Aman dengan tentunya pemilih tradisional partai akan kembali pada partainya,” katanya.
Agum mengkhawatirkan, semua ini disebabkan terjadinya black campaign yang ditujukan pada dirinya. Dia mendapat laporan bahwa pada tiga hari terakhir menjelang pencoblosan, beredar pesan pendek, selebaran, dan spanduk bernada sara. “Bayangkan di hari Jumat yang suci dibagikan selebara di beberapa masjid yang isinya: hati-hati kalau Agum menang karena didukung PDS, kalau menang terjadi kristenisasi,” katanya. Dia kecewa dengan Panwas pilkada Jawa Barat yang tidak menanggapi laporan itu.
Ahmad Fikri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|