|
Pemerintah Kediri Tak Khawatir Wisata Kelud Pudar
Senin, 14 April 2008 | 18:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Munculnya anak gunung yang terbentuk dari kubah lava dan kini telah mendekonstruksi danau kawah benar-benar telah menghilangkan pesona danau yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan. Namun fenomena alam itu tidak membuat Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur takut kawasan wisata alam itu akan memudar dan ditinggalkan masyarakat. Sebaliknya, pemerintah daerah justru yakin keberadaan anak gunung akan membuat Kelud semakin populer.
"Kami yakin kemunculan anak gunung akan menggantikan daya tarik danau kawah," kata Sigit Rahardjo, juru bicara Pemkab Kediri, Senin (14/4).
Menurut Sigit, kemunculan anak gunung ini justru akan membuat banyak orang penasaran untuk melihat dari dekat bentuk dan wujudnya. Untuk itu pemerintah juga berharap kondisi Kelud bisa segera turun menjadi aktif normal seperti sedia kala. Meskipun pada akhir tahun lalu sempat mencapai status awas (level IV) yang merupakan level puncak menuju meletus, tapi yang terjadi justru bukan letusan. Di saat puluhan ribu telah diungsikan yang terjadi hanya gempa hembusan diiringi munculnya anak gunung.
"Kami sedang menunggu rekomedasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung untuk penurunan status menjadi aktif normal," jelas Sigit.
Jika status telah menjadi aktif normal, maka masyarakat diperbolehkan mendekat. Selanjutnya terowongan di bawah perut gunung yang menjadi akses utama mendekati danau kawah yang kini berubah menjadi anak gunung, akan segera dibuka untuk umum. Namun jika ternyata PVMBG tetap menyatakan status waspada, maka pihaknya juga tetap melarang semua pihak mendekati radius 1,5 kilometer sekitar anak gunung.
"Jadi hilangnya danau kawah sama sekali tidak membuat kami takut kehilangan aset wisata Gunung Kelud. Bahkan kemunculan anak gunung itu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," kata Sigit Rahardjo.
Hilangnya danau kawah juga disesalkan warga sekitar Kelud yang selama ini banyak membuka usaha untuk menyambut para wisatawan. Masyarakat meminta pemerintah segera membuka terowongan jika memang kondisinya sudah dinyatakan normal.
"Selama ini banyak wisatawan datang ke Kelud untuk melihat danau kawah yang indah. Namun setelah sirna kami berharap anak gunung bisa menjadi pengganti daya tarik untuik tetap datang ke sini," kata Diono, salah seorang warga Dusun Mulyorejo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
Menurut pemilik warung makan ini, selama ini banyak warga sekitar lereng Kelud yang mencari nafkah dengan memanfaatkan popularitas danau kawah Kelud yang terkenal indah. Selain berprofesi sebagai penjual souvenir, makanan dan minuman di sekitar danau, banyak warga yang juga menjadi tukang ojek bagi wisatawan.
Dengan hancurnya danau kawah, saat ini warga hanya berkonsentrasi merawat ternak sapi perah dan lahan pertanian nanas yang panennya hanya sekali selama dua tahun. "Melayani para wisatawan merupakan salah satu usaha sampingan yang hasilnya lumayan," kata Diono.
Khoirul Huda, salah seorang vulkanolog yang bertugas di Pos Pemantuan Gunung Kelud di Dusun Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri menyatakan telah mengirimkan laporan kondisi terakhir Kelud ke PVMBG Bandung. Saat ini Kelud cenderung tenang dan tidak lagi memunculkan gempa hembusan yang membahayakan.DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|