|
Dilempar Molotov, Kantor PKS Gagal Dibakar
Senin, 14 April 2008 | 19:15 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:
Tengah hari bolong, sekitar pukul 1.00 siang WIB, kantor Dewan pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bandung, Jalan Terusan Kopo, Katapang, nyaris terbakar.
Tersangka yang diduga pelaku pembakaran itu, Didin Tajudin, 28 tahun, melemparkan botol berisi bensin dari pinggir jalan raya penghubung Kota Bandung-Soreang ke halaman kantor itu sebelum menyulutnya.
Api sempat berkobar. Membakar tiga motor yang tengah parkir di halaman kantor itu. Saat kejadian penghuni kantor itu tengah berada di ruangan bagian dalam. "Saya sedang menerima tamu," kata Sekretaris Umum DPD PKS Kabupaten Bandung, Supriatna, 44 tahun.
Api yang berkobar itu menarik perhatian warga di sekitarnya. Lucky Kretaperdana, 32 tahun, pemilik konter telepon genggam persis di depan kantor itu, melihat Didin berdiri di depan kantor itu. Vespa biru tanpa plat nomor yang digunakannya tergolek di sebelahnya. "Dia sendirian di situ," katanya.
Jalan yang biasanya ramai, papar Lucky, kebetulan tengah sepi - hanya motor yang lalu-lalang. Dia lalu menyeberang jalan memburu Didin menyusul seorang warga yang berlari untuk menahannya setelah api berkobar. Lucky lalu memegang tangan Didin untuk menahannya.
Didin yang diduga pelaku pembakaran saat itu sudah bersiap hendak kabur. Vespa birunya yang sempat ngadat saat diselah akhirnya menyala saat disergap warga. Lucky mengatakan, orang itu tidak melawan ketika diminta turun. Didin lalu diserahkan pada pemilik kantor yang juga digunakan sebagai Sekretariat Tim Kampanye pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf.
Saksi lain yang menolak disebutkan namanya, menuturkan, sempat melihat pelaku memarkir motornya di pinggir toko milik Lucky sebelum membawa motornya dan berhenti di depan kantor itu. Saksi itu sempat melihat pelaku mengeluarkan beberapa botol berisi cairan yang dikeluarkannya dari dalam karung. Botol itu dilemparkannya ke halaman kantor itu.
Supriatna yang berada dalam kantor itu, menuturkan, sempat menanyai identitas pelaku dan motifnya ketika warga menyerahkan Didin. Tapi, katanya, Didin yang duduga pelakunya diam saja saat diinterogasinya. Didin sempat digeledah ternyata tidak ditemukan membawa kartu pengenal. "Dia sempat mengaku berasal dari Arjasari," katanya.
Supriatna menduga pelaku merupakan seorang profesional. Dia beralasan, motor vespa yang digunakan Didin tanpa pelat nomor dan tidak mengantungi kartu pengenal identitas. Didin lalu dibawa ke Polsek Katapang, Polres Bandung.
Beruntung api sempat dipadamkan sebelum membesar. Kendati demikian, api sempat melalap tiga motor yang parkir di halaman. Bagian motor yang terbuat dari plastik meleleh. Pintu rolling door berbahan alumunium yang berada di ruangan bagian samping kantor DPD PKS Kabupaten Bandung berhiaskan jelaga hitam. Beruntung api tidak membakar bangunan kantor DPD PKS Kabupaten Bandung yang berupa ruko, bagian tengahnya yang dijadikan sekretariat partai itu.
Ketua Bidang Advokasi dan Pemenangan Tim Kampanye Hade, Sadar Muslihat mengatakan, pihaknya ingin memastikan motif pembakaran itu. "Apakah personal atau sistematis," katanya di Polsek Katapang.
Sadar mengaku, belum bisa menduga motif di belakang aksi pembakaran itu. Pihaknya, paparnya, khawatir aksi pembakaran itu bertujuan untuk mengacaukan situasi pilkada Jawa Barat yang sudah berlangsung lancar tanpa gangguan.
Kendati demikian, dia mengaku sudah meminta semua kader PKS dan PAN yang mengusung pasangan Hade untuk menjaga kantor berikut aset partainya masing-masing. "Kami mengingatkan teman-teman untuk waspada, tapi jangan panik," kata Sadar.
Kejadian itu sempat menarik perhatian pejabat Polda Jawa Barat. Wakil Kepala Polda Jawa Barat Brigadir Jenderal sempat mendatangi lokasi kejadian yang sudah diber garis polisi. Dia mengatakan, pihaknya tengah memeriksa pelakunya. "Masih didalami," katanya.
Kepala Polisi Resort Bandung Ajun Komisaris Besar Ahmad Dofiri mengatakan, dari keterangan saksi dan pelaku, pembakaran itu dilakukan dengan menggunakan 4 botol (sirup) yang dibelinya dari penjual bensin eceran yang dibeli di pinggir jalan. "Botol dilempar dulu baru melemparkan karung terigu yang dibakar," katanya.
Menurutnya belum banyak keterangan yang berhasil diperoleh dari pemeriksaan. Pelaku, katanya, mengaku sudah berkeluarga dan tidak mempunyai pekerjaan. Soal motif pelaku hanya mengaku kecewa. "(Motif) masih didalami, dia bilang karena kecewa," kata Dofiri.
Namun, paparnya, polisi belum mendapatkan penjelasan mengenai kekecewaan yang dimaksud pelaku. Dofiri beralasan, pelaku masih shock sehingga jawabannya tidak jelas. "Dia menjawab ah..eh..ah..eh..," kata Dofiri. Ahmad Fikri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|