|
Soal Pelemparan Bom Molotov
Kubu Hade Berharap Kriminal Biasa
Senin, 14 April 2008 | 21:02 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Ketua Tim Sukses Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Ahmad Heryawan dan Dede Jusuf, Haris Yuliana mengaku prihatin dengan peristiwa pelemparan botol berisi bensin di kantor DPD PKS Kabupaten Bandung. Haris berharap ini tidak ada hubungannya dengan Pemilihan Gubernur. “Mudah-mudahan ini kriminal biasa,” kata Haris Yuliana di kantornya, Senin (14/4).
Menurut Haris, ia mengaku tak terpengaruh oleh peristiwa itu. Pihaknya, tetap berusaha konsentrasi dengan pengamanan dan penghitungan suara yang belum usai. “Yang jelas, kemenangan pasangan Hade tidak boleh terganggu,” ujarnya.
Ia meminta kader PKS dan PAN tak terpancing dengan peristiwa ini. Dia mengaku sudah menyerahkan sepenuhnya urusan ini kepada kepolisian. “Mudah-mudahan semua pihak mampu bersabar menunggu selesainya proses penghitungan ini, yang menang juga mau sabar menunggu hasil yang lebih pasti,” katanya.
Haris sendiri menduga pelakunya profesional karena pelemparan ditujukan ke sudut yang biasa digunakan sebagai tempat menyimpan dokumen. “Untung dokumennya sudah kami pindahkan, jadi yang kena tiga sepeda motor,” katanya.
Dokumen-dokumen itu, kata dia, berupa dokumen C1 atau dokumen dasar sebagai alat bukti perhitungan di tingkat TPS. “Semua alat bukti itu dikumpulkan di DPD kalau ada kasus hukum, itu sebagai bukti,” katanya.
Menurut Haris, dia mendengar ada kejadian serupa di Bogor, tadi siang. Haris mengaku belum sempat mengecek kebenarannya. “Yang pasti, kami tidak mau menuduh siapa yang menyuruh dan yang disuruh. Kita serahkan saja kepada polisi,” ujarnya.
Rana Akbari Fitriawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|