Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kota Kediri Operasi Minyak Goreng:

Masyarakat Justru Kecewa
Selasa, 15 April 2008 | 19:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Memenuhi kebutuhan minyak goreng bagi masyarakat, Pemerintah Kota Kediri melakukan operasi pasar murah, Selasa (15/4). Penjualan minyak goreng bersubsidi itu dilakukan di lima kelurahan di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yaitu Kelurahan Mojoroto, Ngampel, Gayam, Dermo dan Mrican dengan jumlah 2.666 kilogram. Sayangnya niat baik itu justru membuat ribuan masyarakat kecewa karena salah persepsi harga jual.

Kekecewaan dipicu kesalahpahaman dalam memaknai harga jual yang dipatok Rp 7.500 per kilogram. Masyarakat mengira harga minyak goreng adalah Rp 2.500 per kilogram. Padahal Rp 2.500 itu adalah nilai subsidi yang berasal dari pemerintah pusat.

"Ini bukti adanya kecurangan. Dalam kupon yang saya terima, harga minyak goreng subsidi adalah Rp 2.500. Mengapa setelah kami datang dijual dengan harga Rp 7.500 per kilogram. Lebih baik kami gak jadi beli saja," kata Ny Rus, salah seorang warga Kelurahan Mojoroto yang sejak pagi turut antri.

Kekecewaan masyarakat bertambah karena dalam operasi itu, tiap warga yang masuk kategori miskin hanya diberi jatah maksimal pembelian 1 kilogram dengan harga Rp 7.500. Padahal seharusnya mendapat jatah 2 kilogram tiap KK miskin.

Kesalahan pemahaman harga juga terjadi di Kelurahan Ngampel. Bahkan karena banyaknya warga yang menolak membeli, di kelurahan itu minyak goreng bersubsidi hanya terjual sekitar 100 kilogram. Padahal jumlah stok minyak goreng cukup banyak dan jumlah warga yang antri mencapai ribuan orang.

Atas kondisi itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kediri, Arie Koenandar menyatakan persoalan ini disebabkan karena tidak tersosialisasikannya harga subsidi secara benar. Menurutnya Rp 2.500 adalah nilai subsidi dari pemerintah pusat. Berapapun harga minyak goreng di pasaran, maka harganya dikurangi Rp 2.500.

Karena harga pasaran di Kota Kediri Rp 10 ribu, maka setelah dikurangi dana subsidi Rp 2.500 harganya turun menjadi Rp 7.500 per kilogram. "Kami akan terus lakukan operasi pasar. Kota Kediri mendapat jatah 44 ribu liter minyak goreng bersubsidi yang akan didistribusikan hingga enam bulan ke depan," kata Arie.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Kota Kediri, Endang Sucitrisnani menyatakan akan melakukan sosialisasi lagi soal harga subsidi. Dia mengakui, selama ini banyak laporan tentang kesalahpahaman dalam mempersepsikan harga minyak goreng subsidi.

"Subsidi Rp 2.500 itu nilai bantuan dari pemerintah pusat untuk meringankan masyarakat. Jadi bukan berarti harganya Rp 2.500 per kilogram. Tugas kita bersama untuk mensosialisasikan hal ini," kata Endang. DWIDJO U. MAKSUM


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121334 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Tidak Ada Lagi Kenaikan BBM
Seleksi Lembaga Perlindungan Saksi Dimulai Besok
Komisi Yudisial Jadwalkan Periksa Khaidir
Pembahasan Air Bersih di Tangerang Mandek
Waspada Pencurian Dengan Modus Pengembosan Ban

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data