|
Seribu Lebih PKL se-Surabaya Datangai Rumah Dinas Walikota
Kamis, 17 April 2008 | 11:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seribu lebih Padagang Kaki Lima yang tergabung dalam PKL Surabaya Bersatu, menggelar aksi long march dari taman bungkul di jalan Darmo Surabaya menuju rumah dinas Wali Kota Surabaya di Jalan Sedap Malam Surabaya, pagi ini (17/4). Aksi ini sebagai bentuk penolakan para pedagang terhadap penggusuran yang akhir-akhir ini marak dilakukan Pemerintah Kota Setempat.
Dari pantauan Tempo, massa PKL ini mulai berkumpul di tamana bungkul sejak pukul 09.00. Aksi sendiri dilakukan massa dengan membawa seperangkat sound sistem disebuah truk bak terbuka, beberapa mobil pribadi dan ratusan sepeda motor. Massa juga membawa berbagai poster dan spanduk yang berisikan penolakan terhadap penggusuran PKL.
"Asalkan Pemkot memberikan solusi berupa relokasi, kami sebenarnya tidak keberatan ditertibkan," kata Nasir Zaini, koordinator PKL. Hanya saja, yang terjadi saat ini, hampir seluruh penertiban yang dilakukan Pemkot tidak pernah diberikan solusi tempat relokasi. Padahal, sejak empat bulan terakhir, lanjut Nasir, hampir 80 persen PKL yang ada di Surabaya telah ditertibkan tanpa adanya kejelasan tempat relokasi.
Jika ini diteruskan, Nasir kawatir para pedagang akhirnya akan mencari pekerjaan yang menyimpang karena lahan tempat mereka bekerja dirampas begitu saja oleh Pemerintah. "Ini namanya Wali Kota telah menciptakan kriminal-kriminal baru. Padahal kita sudah berusaha untuk mencari reziki yang halal, tapi ternyata malah diusir," imbuh Nasir yang juga koordinator Forum Madura Bersatu ini.
Karennya, massa menuntut pemerintah segera memberikan tempat yang layak untuk merelokasi seluruh PKL yang telah digusur. Sebelum hal ini dipenuhi, massa minta pemerintah memberhentikan seluruh aktifitas penggusuran PKL plus meminta mengembalikan stand atau dagangan para PKL yang telah digusur.
Sementara itu, aksi long march sendiri setidaknya membuat hampir seluruh kawasan yang dilalui para PKL terjadi kemacetan. Selain PKL, aksi ini juga diikuti oleh beberapa organisasi mulail dari PMII Surabaya, LBH Surabaya, Ikamra, Forum Pemuda Madura serta Ikatan Persaudaraan Solo.
Massa sendiri mengancam akan kembali melakukan aksi yang lebih besar jika pemerintah tidak segera menghentikan penggusuran terhadap PKL. "Di Surabaya terdapat 20 ribu lebih PKL, jika penggusuran terus berlangsung, bukan tidak mungkin seluruh PKL akan turun jalan, kami juga akan minta bantuan masyarakat di Madura untuk mendukung kami," kata Choirul Anam, koordinator aksi lainnya.
Rohman Taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|