|
Warga Bojonegoro dan Cepu Tidak Terpengaruh soal Gas
Kamis, 17 April 2008 | 11:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga yang tinggal di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah tidak terpengaruh oleh keberadaan gas Lapindo. Alasannya, jarak antara Sidoarjo hingga Cepu dan sekitarnya lebih dari 170 kilometer.
“Ya kita sudah dengar berita itu. Tapi, kan jarak dari Cepu dan sekitarnya ke Sidoarjo, cukup jauh. Masak itu bisa sampai ke sini gasnya,” tegas Imam Muhyar, warga Cepu, Blora.
Pria yang pernah kuliah di jurusan geologi sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta ini mengatakan, soal kemungkinan gas Lapindo bisa sampai ke Cepu dan sekitarnya, bisa saja terjadi. Tetapi, mungkin dampaknya tidak sebesar yang terjadi jika di dekat rotasi putaran dimana ada lubang keluar. Misalnya yang terjadi di areal Lapindo dimana sekitar kiri-kanannya muncul gas. “Bisa terjadi. Tetapi saya tidak yakin jika rembetannya ke Cepu dan sekitarnya,” tegas Imam.
Dia menyebutkan di daerah Bojonegoro dan di Blora memang terdapat banyak sumur minyak. Dia menyebutkan di kawasan Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, dan sekitaranya yang terdapat sumur minyak tradisional peninggalan Belanda. Pun demikian, di Kecamatan Padangan, ada beberapa warga yang memanfaatkan gas lemah untuk kebutuhan rumah tangga. Begitu juga yang ada di Kabupaten Blora, seperti di Kecamatan Sambong, terdapat sumur minyak yang disertai gas.
Pengakuan serupa juga dikatakan warga Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka mengakui, kemungkinan kecil gas
Lapindo, bisa menjalar ke daerahnya. Hanya disebutkan,
selama ini di Bojonegoro memang ditemukan ada beberapa
gas alam yang muncul. Seperti Kayangan Api (api abadi)
di Desa Sendanghardjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
Daerah yang selama ini dikelola untuk areal wisata
oleh Perhutani Bojonegoro ini, juga dikenal berpotensi
memunculkan gas. “Pertanyaannya, darimana, gas Lapindo
bisa mengalir kesini,” tegas Teguh warga Jl Panglima
Polim, Bojonegoro.
Seperti diketahui, tim riset dari Pusat dan
Pengawasan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral, Subaktian Lubis mengatakan, hasil riset
timnya menunjukkan jika semburan gas liar Lapindo
ternyata mengikuti patahan sesar yang membujur dari
pusat semburan lumpur Lapindo ke arah barat hingga
kawasan Cepu.. "Setelah kita pantau, seluruh semburan
gas liar ternyata mengikuti patahan sesar lemah yang
ada di bawah permukaan tanah," kata Subaktian, Kamis
(15/4). sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|