Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

114 Spesies Burung Ditemukan di Pegunungan Hyang Argopuro
Kamis, 17 April 2008 | 17:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jember:Tim penelitian Mahasiswa Pecinta Alam Semesta (Mapensa) Fakultas Pertanian Universitas Jember menemukan sedikitnya 114 spesies burung dari 28 family di kawasan Pengunungan Hyang Argopuro.

"Kami juga menemukan fakta bahwa ada 16 burung endemik dan 11 jenis burung migran di kawasan Pegunungan Hyang Argopuro," kata Ketua Tim, Irwanto, kepada Tempo, Kamis (17/04) siang. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian yang sama di tahun 1996, 1999, 2002, dan 2005 lalu.

Ke-16 burung endemik--jenis yang terbatas pada suatu kawasan geografi tertentu dan tidak dijumpai di tempat lain--adalah burung Berinji Gunung, Cica Matahari, Cinenen Jawa, Kipasan Mutiara, Meninting Kecil, Opior Jawa, Prenjak Jawa, Takur Bututut, Takur Tor Tor, Takur Tulung Tumpuk, Tesia Jawa Walet Gunung, Walik Kepala Ungu, Wregan Jawa dan burung yang memiliki ciri-ciri seperti burung Kacamata Jawa dan burung Sikatan Aceh.

Dari 114 spesies burung itu, lanjut Irawan, paling banyak dijumpai di ketinggian 2.000 hingga 2.500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Spesies burung paling banyak ditemukan di kawasan hutan heterogen yang memiliki banyak buah-buahan, biji-bijian dan serangga.

"Setidaknya ada dua jenis burung di pegunungan Hyang yang saat ini langka dan nyaris punah, yakni Puyuh Gonggong Jawa dan Merak Hijau (Pavo muticus)," katanya.

Pegunungan Hyang Argopuro terletak 15 kilometer arah barat laut Kabupaten Jember. Gunung Argopuro (3.088 m) termasuk dalam kawasan pegunungan itu. Kawasan itu sangat terjal dan memiliki hutan yang luas. Kawasan Pegunungan Hyang seluas 14.177 hektare itu secara administratif termasuk dalam empat wilayah Kabupaten, yakni Kabupaten Situbondo (1.085 ha), Probolinggo (7.452 ha), Jember (4.365 ha), dan Bondowoso (1.275 ha).

Lektor Kepala Bidang Ekologi Fakultas Pertanian Universitas Jember, R. Soedrajad, mengatakan beragam aktivitas sosial-ekonomi masyarakat yang bermukim di enam desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Pegunungan Hyang Argopuro, seperti pengambilan flora dan fauna serta melakukan perjalanan massal ke Gunung Rengganis di kawasan Pegunungan Hyang, ditengarai telah merusak ekosistem di sana.

"Saat ini yang menjadi ancaman kelestarian flora dan fauna di kawasan itu adalah perambahan hutan dan kebakaran hutan yang masih banyak dilakukan masyarakat sekitar," katanya.

Mahbub Djunaidy


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Miliki Spesies Mamalia Terbanyak

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121495 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Satu Orang Terluka di Kecelakaan Tol Tangerang
Kejaksaan Kembalikan Berkas Kasus Sinar Pacific
Persiba Siapkan Pengganti Peter Butler
Empat Korban Minuman Keras Masih dirawat, Tiga lainnya Tewas
Menteri Keuangan Kembali Bekukan Izin Kantor Akuntan Publik

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data