|
Persebaya Minta Uang ke Pengusaha
Jum'at, 18 April 2008 | 11:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Persebaya Surabaya yang sedang mempersiapkan diri ke kompetisi divisi utama tahun ini, menggalang dana dari para pengusaha. Penggalangan dana itu dikemas dalam acara Gala Dinner Night Launching The New Persebaya Team di rumah dinas Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono, Kamis (17/4) malam.
Dalam acara yang dihadiri sekitar 50 orang pengusaha itu, Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar mengakui bahwa beban pendanaan yang harus dia pikul sangat berat setelah Menteri Dalam Negeri melarang penggunaan APBD untuk membiayai kegiatan sepak bola.
Karena itu, kata Saleh, upaya penggalangan dana dengan cara saweran itu terpaksa dia tempuh setelah Persebaya tidak lagi memiliki pandangan sumber dana yang dapat diandalkan. "Padahal untuk ikut kompetisi divisi utama dengan target juara, kalkulasi saya Persebaya butuh uang Rp 13 miliar. Karena itu saya mengetuk hati para pengusaha untuk ikut peduli terhadap nasib tim ini," kata Saleh saat memberikan sambutan.
Saleh lantas menceritakan pengalamannya saat ia menjadi manajer Persebaya pada tahun 2003. Ketika itu, kata dia, kas Persebaya hanya ada uang Rp 5 miliar dari APBD. Padahal biaya yang dibutuhkan tim untuk mengikuti kompetisi Liga Indonesia ketika itu mencapai belasan miliar. Saleh kemudian berinisiatif mengumpulkan saweran dari para pengusaha sehingga kekurangan biaya itu akhirnya tertutupi. "Hasilnya Persebaya juara tahun 2004," kata Saleh.
Saleh berjanji, penggalangan dana dari pengusaha ini yang terakhir kalinya ia lakukan. Karena pada tahun 2009 nanti ia akan berusaha mengubah status hukum Persebaya menjadi perseroan terbatas sehingga tidak lagi menggantungkan masalah keuangan pada pihak lain. Senada dengan Saleh, Wali Kota Bambang Dwi Hartono juga mengakui bahwa tanpa sokongan dana dari pihak luar, Persebaya akan kesulitan mengikuti kompetisi. "Saat ini saya sedang berjuang ke Depdagri agar daerah yang mampu seperti Surabaya diberi ijin mengalokasikan APBD-nya untuk membiayai kegiatan olah raga termasuk sepak bola," kata Bambang.
Namun agaknya penggalangan dana malam itu kurang mendapat respon dari para pengusaha. Selain yang menghadiri acara itu hanya 50-an pengusaha dari 300 yang diundang, dana yang didapat dari hasil saweran itu cuma Rp 124 juta per bulan atau Rp 1,6 milar per tahun. Dari para penyumbang itu salah satunya adalah PT Minarak Lapindo Jaya. Anak perusahaan PT Lapindo Brantas ini menyumbang Rp 15 juta per bulan.
Kurang antusiasnya para pengusaha juga dapat dilihat dari enggannya mereka mengikuti acara yang dipandu pelawak Eko Patrio itu sampai akhir. Satu persatu tamu undangan berpamitan meski penyanyi Nini Karlina belum selesai membawakan lagunya di atas panggung. Praktis ketika penyanyi kedua, Andre Hehanusa tampil, kursi-kursi undangan telah melompong.
Meski dana saweran yang didapat minim, namun Saleh optimistis pada akhirnya target yang dibutuhkan akan terpenuhi. "Kegiatan ini akan kita tindak lanjuti terus dengan mendatangi pengusaha lain. Mungkin ada pengusaha yang malu mau nyumbang secara terang-terangan," kata Saleh. Kukuh S Wibowo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|