Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Purwakarta Dilanda Longsor dan Banjir
Senin, 21 April 2008 | 12:21 WIB

TEMPO Interaktif, Purwakarta:Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, selama dua hari berturut-turut telah mendatangkan bencana alam tanah longsor dan banjir di sejumlah desa di tiga kecamatan. Tak ada korban jiwa dalam rangkaian musibah tersebut, tapi menimbulkan kerugian material ratusan juta rupiah.

Bencana longsor yang terjadi di Desa Situ, Kecamatan Pondoksalam, mengambleskan jalan kecamatan sedalam tiga meter sepanjang 300 meter. Akibatnya, lalu-lintas berkendaraan warga terputus. Jangankan kendaraan roda empat, sepeda motor pun tak bisa melintasinya. "Kita harus naik turun ojek dua kali," kata Iwan, warga Desa Situ.

Sakum, warga Kampung Situ, mengatakan amblesnya jalan itu terjadi Senin dini hari (21/4) akibat meluapnya air Sungai Ciherang yang tak mampu menerima kiriman air dari perbukitan. "Bagian jalan yang terendam itu lalu ambles," kata Sakum. Tak cuma jalan, 5 hektare sawah yang baru ditanami padi juga ikut ambles dan longsor.

Longsor juga mengambrolkan rumah milik Dedy dan meretakkan rumah milik Ahta Wijaya, warga Kampung Sukamaju, Desa Bojong Barat, Kecamatan Bojong. Ada 23 rumah lagi yang berada dalam ancaman longsor jika hujan deras kembali mengguyur kampung tersebut. Rumah mereka perlu segera direlokasi, sebab, sewaktu-waktu bisa ambrol karena lokasinya yang berada persis di tubir jurang.

Sementara banjir menerjang 300 rumah di Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur. Pada saat air pasang, rumah warga terendam hingga satu setengah meteran. Kerugian material yang dialami warga sekitar Rp 150 juta. Banjir disebabkan bertemunya arus air yang mengalir di Sungai Citarum dan Cikao. "Meluber lalu berputar arah dan masuk pemukiman," kata Aan Jauhari, Sekretaris Desa Cikaobandung.

Dedy Mulyadi, Bupati Purwakarta Sejak Ahad malam dan Senin pagi sibuk mendatangi setiap lokasi bencana. Jalan yang ambles, kata Dedy, "Akan ditangani hari ini (Senin siang) juga." Pihaknya akan mendatangkan sejumlah alat berat yang dibutuhkan buat merekonstruksi jalan tersebut. Rencananya, bekas amblesan akan dibiarkan dan membuat sambungan jalan baru dengan total biaya Rp 300 juta.

Sementara, dua rumah yang ambrol dan retak, serta 23 rumah lainnya yang terkena ancaman longsor akan segera direlokasi. Lahan peruntukannya sudah ada, tak jauh dari lokasi sekarang. Dana yang dibutuhkan, yakni untuk pengadaan tanah Rp 100 juta dan biaya pembangunan setiap unit rumah Rp 50 juta. Rumah pengganti akan dibangun dengan gaya rumah panggung sesuai dengan karakter geografis kampung itu. "Juga agar tahan gempa dan longsor," kata Dedy.

Nanang Sutisna

Dari Arsip Majalah TEMPO
Menangkal Kasak-kusuk Bencana | 11 April 2005
Senjakala Bukit Matahari | 11 April 2005
Amblas Setelah Berguncang | 11 April 2005
Pemerintah Daerah Tidak Siap | 11 April 2005
Mencari Suara dari Dunia Sunyi | 11 April 2005
Mengintip Energi di Barat Toba | 11 April 2005
Kecemasan Tak Berujung | 11 April 2005
Suatu Malam Jauh di Selatan | 04 April 2005
Pulau-Pulau Seribu Gempa | 04 April 2005
Menimbang Kebutuhan Relawan Asing | 04 April 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Banjir Malang Akibat Pelanggaran Tata Ruang
Dua Warga Tewas Tertimbun Longsor di Malalak
Konservasi Rawa Atasi Banji di Palembang
Kali Pesanggrahan Meluap
Ratusan Rumah di Kebayoran Terendam Air Kiriman
Palembang Tergenang
Banggai Diguncang Gempa 5,7 Skala Richter
Maluku Dilanda Gempa
Waduk Manggar Meluap Merendam 400 hektare Kebun
Banjir Bandang Terjang Bogor
> selengkapnya...

Referensi

Gempa Selama 2005
Gempa yang Diramal
Banjir Tak Pernah Ingkar Janji
Banjir Ancam Pantai Utara Jawa
Hujan Petaka di Kaki Lawu
Lindu Bengkulu
Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Perincian Korban Gempa Sumatera Barat
Mengapa Bantul
57 DETIK MEMATIKAN

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121660 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Satu Orang Terluka di Kecelakaan Tol Tangerang
Kejaksaan Kembalikan Berkas Kasus Sinar Pacific
Persiba Siapkan Pengganti Peter Butler
Empat Korban Minuman Keras Masih dirawat, Tiga lainnya Tewas
Menteri Keuangan Kembali Bekukan Izin Kantor Akuntan Publik

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data