Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kediri Perangi Penambang Pasir Bermesin
Senin, 21 April 2008 | 12:52 WIB

TEMPO Interaktif, Kediri:Hancurnya kawasan sepanjang aliran Sungai Brantas membuat Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, melarang penambangan pasir menggunakan mesin penghisap (penambangan pasir mekanik). Ketika dirazia, para penambang pasir langsung membenamkan mesin diesel dan peralatan penambangan pasir ke dasar sungai.

"Perang melawan penambang pasir mesin sudah menjadi komitmen kami untuk menyelamatkan Sungai Brantas. Sungai Brantas merupakan aset alam yang harus kita jaga bersama. Selain untuk menjaga kenyamanan lingkungan, juga ada sisi historis yang signifikan bagi rakyat Kediri," kata Sigit Rahardjo, juru bicara Pemerintah Kabupaten Kediri, Senin (21/4).

Menurut Sigit, tingkat kerusakan sungai yang bermata air di Gunung Arjuno, Malang, itu sudah sangat parah. Berdasarkan survei Badan Koordinator Wilayah Bojonegoro yang membawahi Kabupaten/Kota Kediri, Mojokerto, Jombang, Bojonegoro, Tuban dan Lamongan, kerusakan Sungai Brantas jauh lebih parah dibanding Sungai Bengawan Solo. "Parahnya kerusakan Brantas akibat penambangan pasir mekanik," kata Sigit.

Survei menyebutkan, kondisi bantaran di sepanjang aliran Sungai Brantas banyak yang longsor dan hancur tergerus penambangan pasir. Hal itu membahayakan bangunan dan pemukiman warga karena dalam waktu yang tidak terlalu lama daratan-daratan di tepi Sungai Brantas akan longsor.

Sejumlah kawasan yang mengalami kerusakan parah akibat penambangan pasir adalah Kecamatan Gedek, Mojokerto dan tiga kecamatan di Kabupaten Kediri, yaitu Mojo, Gampengrejo dan Purwoasri.

"Mengacu surat Gubernur Jawa Timur, penambangan pasir di Sungai Brantas diperbolehkan asalkan dengan cara manual atau tradisional, yaitu dengan cara menyelam ke dasar sungai. Mereka juga harus punya koperasi," kata Sigit.

DWIDJO U. MAKSUM


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penambang Pasir Diimbau Hentikan Aktivitas di Sekitar Merapi
Penambang Pasir Dijerat Pidana
Penambang Pasir Tewas Tertimbun

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121664 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Tidak Ada Lagi Kenaikan BBM
Seleksi Lembaga Perlindungan Saksi Dimulai Besok
Komisi Yudisial Jadwalkan Periksa Khaidir
Pembahasan Air Bersih di Tangerang Mandek
Waspada Pencurian Dengan Modus Pengembosan Ban

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data