|
Status Siaga untuk Gunung Anak Krakatau dan Gunung Ibu
Senin, 21 April 2008 | 19:14 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Senin (21/4), menaikan status Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dan Gunung Ibu di kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat, dari waspada menjadi siaga.
Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono kedua bunung ini menunjukan peningkatan aktifitas yang signifikan.
Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan status pada pukul 12:00 menjadi Siaga. Sejak 14 April 2008 Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan kegiatan seismik 24 kejadian gempa vulkanik dalam (VA) dan 52 kejadian gempa vulkanik dangkal (VB). Peningkatan jumlah gempa vulkanik tersebut diikuti oleh terekamnya 193 kejadian gempa letusan pada 15 April 2008.
Peningkatan seismik secara fluktuatif mencapai puncaknya pada 20 April 2008 terekam 156 kejadian gempa vulkanik dalam (VA), 155 kejadian gempa vulkanik dangkal (VB), 189 kejadian gempa letusan dan 283 kejadian gempa hembusan
Hari ini (21/4) hingga pukul 12.00 terekam sudah terjadi 63 gempa vulkanik dalam (VA), 48 kejadian gempa vulkanik dangkal (VB), 94 kejadian gempa letusan dan 124 kejadian gempa hembusan. “Sehingga pukul 12:00 kami putuskan statusnya dinaikkan menjadi Siaga” kata Surono.
Letusan abu yang disertai lontaran batuan vulkanik pijar berlangsung setiap selang 5 s/d 15 menit dengan rata-rata ketinggian berkisar antara 100 s/d 500 meter. Kondisi lubang kawah baru diameternya semakin lebar, hampir menjebol dinding kawah lama.
“Saat ini letusan-letusan disertai suara dentumannya masih terjadi, bahkan suaranya terkadang terdengar sampai ke pos pemantauan di Pasauran yang jaraknya 42 kilometer” kata Surono.
Sebaran produk letusan, lanjut Surono, menunjukan bahwa daerah bencana akibat ancaman produk letusan dari gunungapi Anak Krakatau berupa batu pijar, longsoran material lepas dan hembusan asap beracun pada saat ini umumnya terkonsentrasi di sekitar puncak dan lereng bagian timur, lereng selatan-baratdaya.
Gunung Ibu, lanjut Surono, mengalami peningkatan aktifits sejak 18 April 2008 setelah dinaikan statusnya menjadi Waspada, gempa letusan terus mengalami peningkatan dari 100 kali per hari menjadi 120 kali per hari.
Ketinggian kepulan asap juga mengalami peningkatan dari 600 meter mejadi 800 meter. “Dengan alasan itu pukul 16:00 tadi kami naikan status Gunung Ibu menjadi Siaga” kata Surono.
RINNY SRIHARTINI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|