|
Pilkada Jawa Barat
Golput Menang di Bogor
Senin, 21 April 2008 | 23:13 WIB
TEMPO Interaktif, BOGOR:Golongan putih dinyatakan sebagai pemenang dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Kabupaten Bogor. Nilainya sebanyak 978.803 suara. Jauh lebih tinggi ketimbang raihan suara kandidat Ahmad Heryawan- Dede Jusuf (Hade) dengan 860.845 suara. Lalu pasangan Agum Gumelar- Nu’man Abdul Hakim sebanyak 466.054 suara dan Danny Setiawan- Iwan Sulanjana dengan 360.150 suara.
Tak hanya di kabupaten. Di kota Bogor, Golput juga mewarnai hasil perhitungan suara yakni sebanyak 33.622 ribu jiwa atau sekitar 28 persen.
Ketua KPU Kabupaten Bogor Aan Hanafiah mengatakan, jumlah warga yang tidak memakai hak suaranya untuk memilih bukan karena kurangnya sosialisasi, tapi memang partisipasi warga untuk mencoblos rendah. Pada Pemilu 2004 lalu yang menggunaan hak suara hanya 87 persen. ”Dalam pemilihan Gubernur kemarin ada 36,6 persen yang tak ikut memilih,” ujarnya.
Pantauan Tempo, suara Golput tak hanya karena factor rendahnya keikutsertaan masyarakat, tapi saat pendataan ulang hanya mengandalkan data lama. Diantaranya seperti yang terjadi di Kecamatan Tamansari, Ciomas dan Ciawi. Tak semua daerah di data ulang. Banyak warga tak memperoleh kartu pemilihan maupun panggilan. “Saya saja tidak dapat kartu pemilihan,” tutur Sumarna, warga Taman sari. Karena tidak dapat hak suara dia memilih mengojek dibanding harus datang ke TPS.
Di Kota Bogor sendiri, setidaknya 28 persen warganya yang memakai hak pilihnya, Hingga perhitungan terakhir, Hade masih memenangkan perolehan suara sebanyak 206.661, disusul pasangan Aman 107.537 suara sedangkan DAI meraih suara 78.846 suara.
Ketua KPUD Kota Bogor, H. Radjab Tampubolon, menjelaskan dalam Daftar Pemilih Tetap, tercatat ada 593.813 jiwa. Namun laporan hasil perolehan suara dari enam Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) se-Kota Bogor suara sah yang masuk sebanyak 392.994 suara, suara tak sah ada 33.662 suara atau 28 persen warga Kota Bogor tidak memilih. “Banyak faktor yang menyebabkan warga Kota Bogor tidak memilih, alasan klasik tidak sempat datang ke TPS,” ujar Rajab kepada Tempo.
Mengenai situasi keamanan pasca pemilihan atau perhitungan suara belum terjadi, karena semuanya berjalan lancar. ”Mudah-mudahan semua pihak bisa menerima hasil perolehan suara, ini menunjukan Kota Bogor dewasa dalam berdemokrasi," kata Rajab.
Deffan Purnama
INDEKS BERITA LAINNYA :
|