|
Aktivis Lingkungan Jember Kritik Pemerintah
Selasa, 22 April 2008 | 11:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan aktivis lingkungan di Jember-Jawa Timur menilai pemerintah Indonesia tidak peduli terhadap lingkungan. Ini ditandai dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2008 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di luar kegiatan kehutanan.
"Ini tak hanya merugikan bangsa, tetapi juga merusak potensi ekologi negara ini,"kata koordinator aksi Forum Pecinta Alam Jember (FPAJ), Yovi Kurniawan, dalam aksi memperingati Hari Bumi, Selasa (22/4).
Dalam aksinya, selain melakukan long march di sejumlah ruas jalan utama kota Jember, aktivis FPAJ yang berasal dari organisasi mahasiswa pcinta alam di beberapa universitas di Jember itu juga melakukan aksi penanaman bibit-bibit pohon di beberapa lokasi seperti sekolah, kantor DPRD, dan Mapolres Jember.
Disamping itu, mereka juga memberlakukan aksi 'satu menit tanpa asap' di perempatan jalan PB Sudirman di pusat kota Jember. Mereka menyetop kendaraan yang lewat, dan meminta mereka mematikan mesin selama 60 detik. Mereka juga meminta beberapa orang yang kebetulan lewat di kawasan itu dan menyalakan rokok agar dimatikan.
Aksi serupa juga dilakukan oleh sekitar 50 orang aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember. Mereka melakukan aksi long march di sepanjang jalan Kalimantan di kawasan kampus Universitas Jember. Mereka juga melakukan orasi dan aksi simpatik di depan kantor DPRD Jember.
"Kami menuntut pemerintah SBY-JK segera mencabut PP nomo 2 tahun 2008, karena itu menjadi biang eksploitasi hutan lindung dan mengabaikan kelestarian lingkungan," kata koordinator aksi, Ahmad Faidi Sudje'i.
PMII juga meminta agar pemerintah mencabut UU Migas nomor 22 tahun 2001 yang dianggap telah meningkatkan emisi karbon dan pemanasan global. PMII Jember juga mendesak agar DPRD Jember segera menyelesaikan rancangan peraturan daerah (Raperda) Kehutanan berbasis masyarakat yang dapat mengakomodasi kepentingan rakyat Jember secara egaliter dan adil untuk pelestarian dan pengelolaan hutan yang lebih baik.
Peringatan hari bumi tahun 2008 ini juga dilakukan oleh aktifis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jember. Mereka melakukan aksi pembagian ribuan bibit pohon sengon kepada para pengguna jalan di sejumalh ruas jalan kota Jember. "Kami membagikan 10 ribu bibit sengon kepada masyarakat, agar mereka menanamnya demi kelestarian dan perbaikan lingkungan,"kata Ketua DPD PKS Jember, dr. Yuli Priyanto.
Mahbub Djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|