Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Dewan Minta Warga Kedung Brubus Diberi Ganti Rugi Layak
Selasa, 22 April 2008 | 15:22 WIB

TEMPO Interaktif, Madiun:Sejumlah anggota Komisi Pembangunan DPRD Kabupaten Madiun mendesak pemerintah setempat segera memberikan ganti rugi sepadan bagi warga yang tergusur proyek waduk Kedung Brubus sehingga waduk itu segera bisa difungsikan.

Desakan ini disampaikan saat mengunjungi warga korban penggusuran di Desa Kedung Brubus, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. "Seharusnya pemerintah tidak membiarkan proses ini berlarut-larut," kata anggota Komisi Pembangunan, Subari, Selasa (22/4).

Ia mengatakan hingga kini sekitar 118 jiwa dari 21 keluarga masih bertahan di rumah mereka. Padahal pembangunan waduk senilai Rp 100 miliar itu hampir selesai. Ketika waduk itu difungsikan secara otomatis akan menenggelamkan rumah mereka yang terletak di daerah genangan waduk.

Warga tidak bersedia pindah di daerah relokasi di Kedung Kelis yang telah disiapkan Pemerintah Madiun atau bersepakat mengenai ganti rugi tanah yang terkena proyek itu.

"Kami minta agar Pemkab secara proaktif bernegoisasi dengan warga yang tidak bersedia pindah," ujarnya. Dari hasil kunjungannya, lanjut Subari, warga sebenarnya membuka ruang dialog untuk membicarakan ganti rugi tanah mereka.

Ia menilai Pemkab Madiun tidak becus menyelesaikan masalah ini. "Tanah itu adalah milik warga, mereka berhak mempertahankannya jika tawaran Pemkab tidak sesuai," ujarnya.

Camat Pilangkenceng, Edi Riswanto, mengatakan jika solusi yang ditawarkan Pemkab hanya dua, yaitu warga pindah di Kedung Kelis atau tanah warga dibeli Pemkab Rp 40 ribu per meter. "Hanya itu solusinya, tidak ada tawar-menawar," tegasnya.

Warga Kedung Brubus, Suratman, mengatakan tetap akan bertahan di rumahnya hingga ada kesepakatan. "Kami minta harga yang ditawarkan Pemkab lebih tinggi karena Rp 40 ribu per meter lebih rendah dari harga tanah di sekitar sini," ujarnya.

DINI MAWUNTYAS

Dari Arsip Majalah TEMPO
Peristiwa | 18 Oktober 2004
Setelah Mereka Berlayar di Daratan  | 03 November 2003
Kenapa Rusa di Monas Dimuliakan? | 03 November 2003
Rumah Pinjaman  | 27 Oktober 2003
Kisah Lusuh yang Terulang  | 20 Oktober 2003
Musim Gusur di Ibu Kota  | 06 Oktober 2003
Gusur-Gusur di Lahan Tidur | 06 Oktober 2003
Ketika Mantan Jenderal Digusur  | 19 April 2004
Juru Runding Suu Kyi  | 22 September 2003
Tambora Bernasib Palestina  | 01 September 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penggusuran Gubuk Liar di Stasiun Kampung Bandan Ditunda
Puluhan Rumah Dan Kios di Rawa Sari Terancam Digusur
Pedagang Barito Tidak Akan Tempati Lokasi Baru
Pemerintah Jakarta Tunda Penggusuran Rawa Badung
Akan Digusur, Warga Ciledug Resah
130 Rumah Tergusur Pelebaran Jalan Bandara
Tangerang Akan Gusur Permukiman Liar di Cisadane
Penertiban Gubuk Liar di Pasar Gaplok Senen Berakhir
Penggusuran Pedagang Kaki Lima Senen Besok Malam
Lapak Pedagang Pasar Kemiri Depok Dibongkar
> selengkapnya...

Referensi

PENJELASAN KHUSUS SEKTOR PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121783 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data