|
Sidang ketua dan Wakil Ketua DPRD Jember dijaga Ketat
Kamis, 24 April 2008 | 14:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan masa pendukung ketua dan wakil ketua DPRD Jember mendatangi kantor pengadilan negeri Jember, Kamis (24/4). Pada sidang perdana kasus dugaan korupsi dana bantuan hukum dan dana operasional pimpinan DPRD Jember itu, mereka datang ke kompleks kantor pengadilan itu dengan beragam kendaraan pribadi utuk menyaksikan dan memberi dukungan kepada kedua terdakwa, Madini Farouq dan Machmud Sardjujono.
Pantauan TEMPO, diantara ratusan masa pendukung, nampak beberapa tokoh masyarakat seperti anggota FKB DPRD Jember, Hawari Hamim dan H. Mustafid.
Ada juga ketua dewan syuro PKNU Jember, KH Najmudin dan pengasuh Pondok pesantren Maslahatul Ummah Desa Rambigundam Kecamatan Rambipuji-Jember, KH Kholik. Ketua SARBUMUSI Jember, Iswinarso.
Tak pelak, penjagaan sidang itu diperketat. Sedikitnya 2 pleton aparat Polres Jember berjaga-jaga di dalam ruang sidang, serta di dalam dan di luar kompleks kantor PN Jember.
Pengunung sidang juga dibatasi hanya sekitar 50 orang. Sebelum masuk ruang sidang utama, mereka juga diperiksa oleh polisi dan petugas keamanan kejaksaan Jember dan dipindi dengan alat metal detector.
"Kami menjaga situasi agar tidak terjadi hal-hal yang menganggu jalannya sidang,"kata Kepala Satuan Samapta Polres Jember, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rodiq Sugiantoro.
Sempat terjadi kericuhan antara segerombolan orang berpakaian hitam-hitam yang bertindak sebagai 'pengamanan swasta' bagi kedua terdakwa, dengan wartawan yang hendak mengambil foto. Insiden itu terjadi ketika Madini dan Machmud mulai digiring ke dalam ruang sidang dan saat mereka diangkut ke mobil tahanan usai persidangan.
Pantauan TEMPO, sekelompok orang berpakaian hitam-hitam bertuliskan "Front Liner" itu nampak bersikap dan bertindak layaknya 'body guard' bagi kedua terdakwa. Beberapa wartawan yang hendak melakukan wawancara dan mengambil foto didepak dan dihalng-halangi dengan kasar. "Polisi saja mempersilahkan, tapi mereka malah menghalangi dan mendepak dengan kasar,"kata Sri Wahyuni, wartawan Harian Surya, yang sempat di dorong dan didepak hingga hampir terjatuh.
Hal serupa juga dialami koresponden radio El-Shinta, Dewi Kholidatul Ummah. Dia sempat didorong dengan kasar dan bersitegang dengan beberapa orang kelompok itu saat hendak mewawancarai Machmud Sardjujono di samping mobil tahanan.
Ulah orang-orang berpakaian hitam-hitam bertuliskan "Front Liner" itu mulai berubah setelah Kepala Satuan Samapta Polres Jember, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rodiq Sugiantoro, menemui mereka dan berupaya memberikan penjelasan.
Informasi yang dihimpun TEMPO, sekelompok orang berpakaian hitam-hitam itu merupakan anggota Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Jember. "Kami memang datang untuk membantu mengamankan jalannya sidang. Mohon maaf kalau ada sedikit salah paham,"kata ketua Sarbumusi Jember, Iswinarso singkat. Mahbub Djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|