|
Aplikasikan Tehnologi Nuklir
Batan Kerjasama dengan Unpad
Kamis, 24 April 2008 | 20:20 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Mengembangkan aplikasi tehnologi nuklir, Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) menggandeng Universitas Padjadjaran. Menurut Kepala Batan Hudi Hastowo, pihaknya tak bisa bekerja sendiri dalam pengembangan dan penelitian tehnologi nuklir. “Tidak menutup kemungkinan melakukan kerjasama penelitian bersama-sama” ujarnya di Bandung, Kamis (24/4)
Menurut Hustowo, salah satu alasan Batan memilih Unpad, karena lembaga pendidikan tinggi itu yang pertama kali mengembangkan unit kedokteran nuklir di Indonesia. Cara itu dilakukan bersama Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, pada awal tahun 70-an. Selain itu, tambahnya, secara formal kedua lembaga itu pernah meneken kerjasama serupa pada 1995-2000. Kendati secara formal telah terhenti, paparnya, kedua lembaga itu meneruskan kerjasama penelitian bersama. ”Sekarang kita formalkan lagi.”
Rektor Unpad Ganjar Kurnia mengatakan, selain kerjasama yang bersifat umum, pihaknya menawarkan kerjasama untuk mengaplikasikan teknologi nuklir dengna fakultas-fakultas yang ada di Unpad. ”Yang sudah ditandantangi dengan Fakultas Kedokteran, Pertanian, Farmasi, Geologi, Peternakan dan Mipa,” katanya.
Menurut Ganjar, kerjasama yang sifatnya umum antara dua lembaga itu berupa kerjasama di bidang akademik. Peneliti utama di Batan bisa diminta mengajar di kampusnya, sekaligus bisa untuk meraih gelar akademis berbekal penelitian yang dikembangkan peneliti Batan. ”Ini bisa dijadikan model,” kata Ganjar.
Dua lembaga itu menekan 11 item naskah perjanjian kerjasama. Satu kerjasama yang sifatnya umum antara dua lembaga itu, dan sisanya merupakan kerjasama pemanfaatan teknologi nuklir dengan sepuluh fakultas yang ada di Universitas Padjadjaran, yakni dengan Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA, Fakultas Farmasi, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, dan Fakultas Geologi.
Hustowo melanjutkan, aplikasi teknologi nuklir yang akan digarap bersama itu, di antaranya, pemanfaatan teknologi nuklir dalam pengembangan bank jaringan yang kegunaannya di antaranya utnuk mengganti kulit yang mengalami luka bakar. Contoh lainnya, pemanfaatan produk Radio Farmaka. ”Batan menghasilkan radio farmaka, yang ujung-ujungnya perlu diaplikasikan pada orang untuk diagnostik atau pengobatan,” katanya.
Dia juga menjanjikan, Unpad dapat memanfaatkan jaringan internasional di bidang nuklir yang dimiliki oleh Batan untuk aplikasi teknologi nuklir itu. Selain dengan Unpad, Batan juga menggandeng universitas lain untuk aplikasi teknologi nuklir. Di antarnaya dengan Universitas Diponegor, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Bandung, serta Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Ahmad Fikri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|