Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Badai Durga Masih Mengancam Nelayan
Jum'at, 25 April 2008 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif, Cilacap:Setelah Badai Rosi lewat, kini giliran Badai Durga yang mengancam perairan selatan pantai Teluk Penyu. Saat ini badai tersebut masih berada di selatan Jawa Barat.

Dari data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Meteorologi Cilacap, saat ini Badai Durga posisinya berada di 12’4 LS-100’0 BT. Badai ini bergerak menuju tenggara Pulau Jawa. “Meskipun kondisinya makin melemah, tapi tetap harus diwaspadai oleh nelayan,” terang Pujiono, staf BMG Stasiun Cilacap.

Pujiono mengatakan badai tersebut mempunyai kecepatan cukup tinggi, yaitu 40 knot. Dengan kecepatan tersebut, badai tersebut berpotensi melahirkan angin puting beliung. “Dalam satu atau dua hari ini kita akan terus pantau pergerakannya,” ujar Pujiono.

Ia mengimbau nelayan agar tidak terlalu ke tengah laut karena saat ini gelombang laut masih tinggi. “Gelombang laut saat ini mencapai 2 meter atau lebih, kurang aman untuk perahu nelayan,” paparnya.

Sebelumnya, Badai Rosi yang melewati perairan selatan Pulau Jawa kemarin sore menyebabkan munculnya angin puting beliung di pantai Teluk Penyu. Akibtnya, sekitar 50 kios yang menjajakan cinderamata untuk wisatawan rusak ringan.

Puting beliung yang hanya terjadi beberapa menit tersebut merusak atap-atap kios yang sebagian besar menggunakan asbes. Menurut kesaksian beberapa pemilik kios, angin yang bergerak cepat mampu mengangkat atap tersebut hingga puluhan meter.

“Hari ini saya mengganti 40 asbes yang rusak terbawa angin kemarin,” ujar Jaminah, 65, salah satu pemilik kios cinderamata. Selain puluhan kios, 15 rumah penduduk di sekitar lokasi Pantai Teluk Penyu juga ikut terkena angin tersebut. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.

Meski gelombang laut tidak cukup aman untuk melaut, namun para nelayan terlihat tetap pergi melaut. Tingginya gelombang laut yang mencapai 2 meter, tidak menciutkan nyali nelayan untuk mencari ikan. “Ini sih belum terlalu tinggi, kalau tidak melaut bagaimana keluarga kami bisa makan,” ujar Slamet Riyadi, 54, nelayan pantai Teluk Penyu.

Baginya tingginya gelombang laut merupakan sesuatu yang lumrah. Ia hanya khawatir karena saat ini ikan semakin sulit ditemui. “Tadi pagi saya melaut, tapi cuma dapat Rp 50 ribu,” ujarnya.

ARIS ANDRIANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kapal Kontainer Terjebak di Pulau Bawean
Badai Nikolas Melanda Mataram
Korban Badai Nikolas Bertambah
Pelayaran Diminta Waspadai Badai Helen
La Nina Ancam Produksi Pangan 2008
Cuaca Buruk Landa Kota Baubau
Gelombang Pasang Setinggi 5 Meter Hantam Cilincing
Topan Mitag Melanda Filipina Utara
1.000 Nelayan Bangladesh Ditelan Badai
Badai Hantam Amerika, Ratusan Penerbangan Batal
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122026 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data