|
Imunisasi Kurang, Jawa Barat Rawan Penyakit
Sabtu, 26 April 2008 | 10:45 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Ketua Tim Millennium Challenge Corporation Indonesia/Immunization Project (MCCI/IP) Jawa Barat Yudhi Prayudha mengatakan pemberian imunisasi di Jawa Barat masih belum ideal. "Akibatnya, Jawa Barat rawan oleh penyakit yang bisa dicegah oleh imunisasi," ujar Yudhi di Bandung hari ini.
Menurut Yudhi, pihaknya sudah melakukan pemantauan di semua kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat. "Hasilnya, sekitar empat puluh persen vaksin yang diberikan bersifat invalid dose," ujarnya.
Yudhi mencontohkan, ada imunisasi yang diberikan kepada bayi yang belum sesuai umurnya. "Misalnya untuk pemberian vaksin DPT-1 sudah diberikan pada umur bayi dua bulan, padahal seharusnya diberikan pada umur empat bulan," katanya.
Selain itu, banyak bayi yang tidak menerima vaksin secara lengkap. "Jumlahnya di atas 10 persen, padahal ketentuan nasional harus di bawah 10 persen," ujar Yudhi.
Dari 26 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tambah Yudhi, ada sejumlah kabupaten yang pemberian imunisasinya masih rendah. Daerah itu, antara lain Cianjur, Tasikmalaya, dan Garut.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Hanny Rono Sulistyo mengakui kurangnya imunisasi ini. Faktor penyebabnya, kata dia, cukup banyak. "Masyarakat banyak yang belum sadar akan pentingnya imunisasi ini," ujar dia.
Selain itu, masih ada dokter yang belum mengerti kualitas vaksin, misalnya saat menyimpan vaksin dalam suhu tertentu. "Persoalan vaksin ini bukan hanya pada kedaluarsanya saja," kata dia.
Menurut Hanny, pemberian imunisasi pada balita di Jawa Barat hingga kini memang masih di bawah batas minimum 80 persen. "Jadi kita memang harus mempercepat lagi program pemberian vaksin ini agar jumlahnya tidak terus menurun."
Rana Akbari Fitriawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|