|
Seribu Pengungsi Lapindo Kembali Blockade Jalan
Senin, 28 April 2008 | 11:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lebih dari seribu pengungsi korban Lapindo memblokir jalan raya bayangkara atau tepatnya di pertigaan juwet, Porong, Sidoarjo, hari ini (28/4). Pengungsi sendiri sebenarnya berniat untuk memblokir Jalan Raya Porong, hanya saja upaya warga ini langsung dihadang barikade polisi bersenjata lengkap plus sebuah mobil water canon.
Akibatnya, warga hanya bisa menyalurkan aspirasi mereka dengan memblokade Jalan Bayangkara yang berada disebelah timur pasar lama Porong. “Untuk sementara kita menghormati polisi, tapi jika siang ini Lapindo tidak mencabut keinginannya untuk menghentikan jatah makan, kita terpaksa terjang barikade polisi,” kata Pitanto, Koordinator warga.
Seperti diketaui, pengungsi terpaksa berunjuk rasa karena jatah makan mereka selama dipengungsian akan dicabut oleh Lapindo tertanggal 1 mei mendatang. Padahal, akibat lumpur Lapindo, para pengungsi ini tidak memiliki lagi rumah plus pekerjaan, sehingga mereka sangat menggantungkan hudupnya terhadap jatah makanan dari Lapindo yang biasanya diberikan sehari tiga kali.
Sementara itu, dalam unjuk rasanya, selain membawa berbagai poster dan spanduk massa juga membawa dua bua truk bak terbuka. Rencannya, truk inilah yang akan mereka gunakan untuk memblokir jalan raya porong.
Unjuk rasa pengungsi sendiri sempat molor dari rencana awal yaitu pukul 08.00 tadi pagi. Massa setidaknya baru memulai unjuk rasa sekitar pukul 09.00 tadi pagi.“Warga kami ada yang meninggal di pengungsian, kami merawat dulu jenazah sebelum berunjuk rasa,” tambah Pitanto.
Saat ini warga tampak duduk ditengah Jalan Bayangkara sambil terus menggelar orasi secara bergantian. Selain pengungsi sendiri, turut dalam aksi memperjuangkan jatah makan adalah para mahasiswa dari Sidoarjo, Surabaya dan Malang, bahkan beberapa kelompok pengamen jalanan juga memeriahkan aksi dengan melantunkan berbagai lagu-lagu bertemakan perjuangan. Rohman Tuafiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|