Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Buruh Demo di depan Kantor Gubernur Jawa Timur
Kamis, 01 Mei 2008 | 11:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ribuan buruh dari berbagai kota di Jawa Timur, siang ini (1/5) mulai berdatangan di Surabaya untuk berunjuk rasa dalam memperingati hari buruh se-Dunia. Dari pantauan Tempo, para buruh ini berdatangan dalam beberapa gelombang yang datang dari kawasan Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo serta beberapa daerah lainnya.

“Seluruh buruh dari berbagai element sepakat untuk berkumpul di depan kantor Gubernur Jatim,” ujar Jamaludin, Koordinator Aliansi Buruh Menggugat (ABM) Jatim.

Dalam aksi kali ini, lanjut Jamal, buruh akan mengusung berbagai isu diantaranya menolak sistem kerja kontrak dan outsourcing, menolak kebijakan upah murah, menuntut pembubaran Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), menekakan pengawasan ketenagakerjaan di disnaker, serta meminta pemerintah menjadikan 1 mei menjadi hari libur nasional.

“Selama ini, sistem kontrak dan outsourcing semakin merajalela hingga tidak ada satupun perusahaan yang tidak melakukan system kerja yang tidak manusiawi ini,” tambah Jamal.

Karenya, melalui moment hari buruh international ini, massa minta pemerintah segera menghentikan praktek pemiskinan terhadap buruh dengan melanggengkan system kerja outsourcing.

Sementara itu, sebagian dari massa ABM ini tampak masih menunggu ribuan buruh lainnya di depan Taman Bungkul yang berada di Jalan Darmo Surabaya. Rencannya mereka akan bergerak secara bersama menuju ke kantor Gubernunar.

Meski demikian, beberapa element buruh lainnya tampak langsung menuju kantor Gubernur untuk memulai aksi tersebut. Gabungan element buruh se-jatim ini sendiri rencannya hanya akan menggelar berbagai orasi di depan kantor Gubernuran.

“Demo kali ini, kita hanya akan menyampaikan orasi dan tidak bermaksud untuk ditemui siapapun,” kata Jamal.

Sementara itu, Kepala Polres Surabaya Selatan Lakoni WN, menuturkan jika demo yang digelar seluruh buruh hari ini tidak ada satupun yang mengantongi izin dari kepolisian. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan pengawalan bagi jalanya unjuk rasa.

“Semuanya tidak berizin, tapi dari pada ramai, kita tidak akan halangi mereka dalam memperjuangkan tuntutannya,” kata Lakoni.

Lebih lanjut, polisi sendiri juga tidak akan memberikan deadline waktu kepada pengunjuk rasa. “Asal tidak anarkis, kita tidak akan membubarkan. Pokoknya sampai mereka lelah kita akan pantau terus,” tambahnya.

Untuk mengamankan jalanya unjuk rasa sendiri, setidaknya sekitar seribu personel gabungan dari beberapa Polres di Surabaya, Polwiltabes Surabaya, serta Polda jatim akan diturunkan. Rohman Taufiq


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122303 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data