Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

900 Personil Polisi Jaga Demo Buruh di dekat Kantor Gubernur
Kamis, 01 Mei 2008 | 12:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sedikitnya 700 orang dari berbagai elemen buruh di Jatim melakukan aksi demontrasi menyambut Hari Buruh Internasional 1 Mei (May Day) di samping kantor gubernur Jatim Jalan Pahlawan nomor 110 Surabaya, Kamis (1/5). Demo yang dijaga ketat sekitar 900 personel polisi itu menolak sistem kerja kontrak dan tenaga outsourcing yang banyak diberlakukan perusahaan.

Mereka datang menggunakan kendaraan roda dua, mobil pribadi dan truk. Di samping gedung gubernur mereka menggelar orasi, poster dan mengibarkan bendera elemennya masing-masing. Beberapa elemen buruh yang bergabung dalam aksi itu antara lain, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Mahasiswa Indonesia, Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) dan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi).

“Hari ini adalah hari buruh internasional. Hari ini adalah hari buruh lepas dari mesin-mesin. Hari ini hari kebangkitan buruh,’ teriak seorang demonstran lewat soundsystem yang dipasang di dua truk. Rencananya mereka melakukan aksi persis di depan kantor gubernur, namun 50 meter sebelum kantor gubernur mereka dicegat ratusan aparat kepolisian lengkap dengan tameng dan pembatas kawat berdiri.

Sulaiman, salah seorang buruh yang ikut demo, mengatakan sistem kontrak dan tenaga outsourcing yang diberlakukan terhadap buruh sangat merugikan buruh dan menguntungkan pengusaha. Pasalnya dengan sistem terebut pengusaha bisa sewenang-wenang memberlakukan buruh. “Sedikit-sedikit diancam pecat, sedikit-sedikit diancam pecat,” katanya.

Selain lemah, dengan sistem itu buruh tidak mempunyai daya tawar yang kuat. Akhirnya pengusaha memberikan upah yang tidak layak. Seharusnya tandasnya pemerintah bersikap tegas atas semua itu. Karena sistem tersebut sebenarnya pelanggaran terhadap undang-undang tenaga kerja. “Kita ingin buruh bangkit. Kita ingin pengusaha memberlakukan buruh secara adil. Buruh itu adlah penyangga ekonomi bangsa,” tegasnya sambil mengepalkan tangan.

Dalam pernyataan sikapnya yang dibagi-bagikan kepada wartawan, selain menolak sistem kerja kontrak dan tenaga outsourcing, para buruh juga meminta agar pengawas tenaga kerja yang dinilai masih mandul dihidupkan. Mereka menuntut pemberlakukan sistem pengupahan yang adil dan upah yang layak nasional serta meminta agar undang-undang Jamsostek nomor 3/1992 lebih adil demokratis dan berkelanjutan. “Hentikan penindasan dan kesewenang-wenangan terhadap kaum buruh,” tulis sebuah spanduk besar yang ditempel didinding kendaraan truk.

Sampai berita ini ditulis, mereka masih melakukan aksi orasi. Kadang mereka menyanyikan lagu-lagu buruh dan membacakan puisi. Meski demikian mereka tak bisa menembus lapisan aparat polisi yang disiagakan sejak pagi hari. Bahkan penjagaan tidak hanya di jalan-jalan, di halaman dan dalam kantor gubernur ratusan brimob berjaga-jaga dengan senjata laras panjang. “Jumlahnya sekitar 900-an, gabungan dari Polda, Polwiltabes Surabaya dan Polres Surabaya Utara,” kata Kapolres Surabaya Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Nasri, ditengah-tengah memimpin penjagaan demonstran. adi mawardi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122307 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasangan Calon Bupati dari PDI Perjuangan Unggul di Jombang
Gubernur Bolehkan KPU Jatim Bekerja Sampai KPU Baru Dilantik
Laba Bersih Corporindo Tumbuh 103 Persen
Pefindo Valuasi Emiten Kecil dan Menengah
Pendidikan Anti Korupsi Untuk Siswa

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data