Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Hutan Gundul Pengaruhi Persediaan Air di Ponorogo
Jum'at, 02 Mei 2008 | 19:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Bupati Ponorogo Amin mengatakan hutan gundul yang melanda wilayah Kabupaten Ponorogo Jawa Timur mempengaruhi persedian air tanah setempat. "Jika hingga 20 tahun mendatang penggudulan hutan terus berlangsung, maka kita dilanda kekeringan," katanya saat memberikan sambutan dalam penanaman pohon di lingkungan Pondok Pesatren (Ponpes) Modern Gontor, Jumat (2/5).

Ia mengatakan setiap tahunnya terjadi penurunan air tanah 12 hingga 12 centimeter. Menurut dia ini disebabkan berkurangnya lahan resapan karena kerusakan kawasan hutan. "Ini sangat merugikan," ujarnya.

Kata dia, selain mempengaruhi ketersedian air tanah, penggudulan hutan juga mengakibatkan berbagai wabah penyakit serta bencana banjir dan longsor. "Banjir dan longsor mengakibatkan berbagai kerusakan infrastruktur yang biaya rehabilitasinya tidak sedikit," katanya.

Amin menerangkan kawasan hutan kritis di Ponorogo seluas 28.055 hektar dari 47.079 hektar. Lahan itu terdiri dari kawasan hutan produksi, lindung serta cagar alam.

Untuk tetap menjaga ketersediaan air, pihaknya kata dia telah menjadikan seluas 6900 hektar menjadi hutan rakyat. Tujuannya agar rakyat yang berdomisili disekitar hutan bisa memanfaatkan hutan namun juga turut serta menjaga hutan.

Selain itu juga menanamani lahan seluas 13.103 hektar tanah diluar kawasan hutan dengan tanaman hutan rakyat, pembuatan bangunan koservasi lahan membuat sumur resapan serta embung. "Pada 2007 lalu kita telah menanam 3,6 juta pohon," tambahnya.

Sementara itu penanaman pohon juga mulai dilakukan di sejumlah pondok pesantren di Indonesia. "Penanaman pohon akan digalakkan di setiap pesantren dan Gontor yang merealisasikan pertama," kata pimpinan Ponpes Gontor, Sukri Zarkasi. Pihaknya, lanjut dia akan melakukan penanaman pohon di 211 ponpes.

Sedangkan Menteri Kehutanan, M.S. Kaban berharap agar penanaman pohon yang disetiap pesantren bisa efektif untuk menggalakkan penghijauan di masyarakat setempat. "Kita ingin menekan jumlah lahan gundul," katanya. Jumlah lahan gundul yang telah ditanami sepanjang 2003 hingga 2007 di Indonesia, kata dia seluas 3 juta hektar. Kaban berharap agar penanaman pohon dilahan gundul bisa direalisasikan menjadi seluas 5 juta hektar pada tahun ini. DINI MAWUNTYAS


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122379 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data