Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Semburan Gas Liar Kembali Muncul di Siring Barat
Senin, 05 Mei 2008 | 16:32 WIB

TEMPO Interaktif, Sidoarjo:Semburan gas liar terus bermunculan di kawasan Desa Siring bagian barat. Kali ini semburan gas liar muncul dari dalam sebuah bekas gudang bahan bangunan milik PT Mega Jaya Porong.

Alexander Sugiono, pemilik gudang, mengatakan semburan yang tergolong besar dengan diameter 1 meter dan ketinggian 2 meter itu ditemukan kali pertama oleh warga sekitar gudang, Senin (5/5) pagi. "Tadi pagi warga lapor jika dari bawah pintu gudang keluar air bercampur lumpur dengan bau yang menyengat," tutur Alexander.

Setelah gudang tersebut dibuka, di bagian belakang gudang tepatnya di bekas sumur bor ternyata menyembur air bercampur lumpur dengan bau yang cukup menyengat dan membuat pusing. Bersama warga, Alex mengaku sempat kaget. Apalagi gudang tersebut sudah tidak digunakan sejak lebih dari 2 tahun lalu, atau setelah terjadinya bencana Lapindo di kawasan tersebut.

Dari hasil kajian Fergaco Indonesia (tim analisis gas-gas berbahaya yang disewa Lapindo), menunjukkan jika gas yang keluar memiliki kesamaan dengan gas-gas lainnya yang saat ini banyak keluar di kawasan Siring barat. "Gas tidak mengandung H2S, tapi methananya cukup tinggi sehingga sangat mudah terbakar," kata petugas Fergaco Dodik Irmawan.

Tingginya kandungan gas methan ini bisa dirasakan dari jarak dua meter dari semburan dengan kandungan yang melebihi 15 persen. Dodik berharap pemilik gudang merelakan gudang tersebut tetap terbuka. Jika tertutup, Dodik khawatir gas yang keluar akan terkonsentrasi di dalam gudang sehingga bisa menyebabkan gudang tersebut meledak.

"Bisa dibayangkan jika gudang terus tertutup, maka gudang ini sama dengan meriam yang menyimpan gas methan yang sewaktu-waktu bisa meledak," tambah Dodik.

Meski mengaku merugi, pemilik gudang akhirnya bersedia membuka gudang tersebut. "Gudang ini sudah jadi kadang walet, kalau dibuka saya rugi ratusan juta. Jadi saya berharap Lapindo atau pemerintah memberikan ganti rugi," kata Alexander.

Sementara itu, dari data BPLS, dengan munculnya semburan liar ini, di Desa Siring barat telah ada 85 semburan liar aktif. Selain Desa Siring barat, semburan liar ini juga muncul 7 buah di Desa Mindi dan 2 buah di Desa Jatirejo Barat.

Rohman Taufiq


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gas Lapindo Bisa Menjalar Hingga Cepu
Pemerintah Diminta Kosongkan Tiga Desa Korban Lapindo
Lahan Relokasi Infrastruktur Sidoarjo Belum Bebas
Korban Lapindo di Tiga Desa Minta Kepastian Ganti Rugi
Pemerintah Belum Terima Permintaan Ganti Rugi dari BPLS
Diabaikan Anggota DPR, Korban Lapindo Blokade Jalan
BPJT Siapkan Rp 500 Miliar untuk Jalan Tol Porong
Korban Lapindo Blokade Rel, Tujuh Kereta Telantar
Polisi Alihkan Arus Kendaraan ke Mojosari-Krian
Korban Lapindo Tutup Akses Jalan ke Surabaya
> selengkapnya...

Referensi

Upaya Penghentian Semburan Lumpur Lapindo
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo
Repotnya Menamai Semburan Lumpur
Kerugian Akibat Lumpur Lapindo

Website

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
Kementerian Lingkungan Hidup
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122513 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Komisi Yudisial Jadwalkan Periksa Khaidir
Pembahasan Air Bersih di Tangerang Mandek
Waspada Pencurian Dengan Modus Pengembosan Ban
Mahasiswa Indonesia Kurang Pede Berbahasa Inggris
Kekeringan Mulai Hantam Kabupaten Kediri

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data