Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

DPR: Lanud Iswahyudi Tidak Mungkin Jadi Bandara Komersial
Selasa, 06 Mei 2008 | 16:47 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Lapangan Udara TNI Angkatan Udara (Lanud) Iswahyudi Madiun tidak mungkin beralih fungsi menjadi bandar udara (bandara) komersial. Kepastian ini diungkapkan wakil dari Komisi Pertahanan DPR RI ketika menggelar pertemuan dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Soekarto serta beberapa petinggi militer Jawa Timur di kantor Gubernur, Selasa (6/5).

"Sesuai Undang-Undang Pertahanan Negara, Lanud Iswahyudi menyimpan 50 persen kekuatan tempur udara. Jadi tidak bisa diutak-atik. Bahkan di negara ini ada dua hal yang tidak bisa diubah, yaitu Istana Negara dan Lanud Iswahyudi," kata Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR RI Arif Mudatsir Mandon.

Lanud Iswahyudi merupakan satu-satunya lanud yang belum beralih fungsi karena memiliki beberapa skuadron tempur yang masing-masing berisi pesawat tempur andalan TNI AU mulai dari pesawat tempur F-16, F-5 serta Sky-Hawk. Bahkan pesawat andalan TNI AU Sukhoi pernah ditempatkan di Madiun sebelum akhirnya diboyong ke Makassar. Karenanya, Mudatsir menambahkan, sampai kapan pun tidak mungkin Lanud Iswahyudi menjadi bandara komersial.

Beberapa daerah di sekitar Lanud Iswahyudi, di antaranya Kabupaten dan Kota Madiun, serta Kabupaten Magetan memang mendesak pemerintah mengubah status Lanud Iswahyudi menjadi bandara komersial. Apalagi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri juga telah menetapkan area city link dengan menempatkan tiga bandara sebagai pusatnya, yaitu Bandara Juanda Surabaya, Abdurahman Saleh Malang, serta Iswahyudi di Madiun.

"City link ini untuk memperkuat jalur ekonomi Jatim. Apalagi perjalanan ke Madiun dan sekitarnya memang cukup jauh jika mengandalkan sarana transportasi darat," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Soekarwo.

Perubahan menjadi bandara komersial ini, lanjut Soekarwo, semata untuk mempercepat laju perekonomian di kawasan Jawa Timur bagian barat, terutama kawasan eks Karesidenan Madiun yang meliputi Kabupaten/Kota Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan.

Apalagi, sarana transportasi darat berupa jalan raya menuju kawasan di barat Jawa Timur saat ini masih relatif sempit, sehingga memperburuk akses perekonomian. "Kalau lanud tidak bisa, mungkin kita akan memikirkan cara untuk segera memperlebar jalan dan mempercepat pembuatan pelabuhan di Pacitan," tambah Soekarwo.

Di tempat yang sama, anggota Komisi Pertahanan dari Partai Demokrat Guntur Sasono berharap pemerintah provinsi segera mencarikan jalan lain selain hanya akan memperlebar akses jalan menuju Madiun dan sekitarnya. "Masak dari Surabaya untuk ke Madiun harus 6 jam perjalanan. Jika Iswahyudi tidak bisa, mungkin bersama Pemerintah Provinsi kita akan usulkan pembuatan bandara baru di sekitar Madiun," kata Guntur.

Rohman Taufiq

Dari Arsip Majalah TEMPO
Gerbang Timur yang Tertunda | 24 Januari 2005
Menunggu Bandara Nyaman Gemerlap | 24 Januari 2005
Sebuah Siang di Jalur Khusus | 08 November 2004
Enam Jam Di Juanda | 10 Oktober 1981


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bea Cukai Soekarno Hatta Perketat Pengawasan Warga Taiwan
Bandara Balikpapan Terancam Lumpuh
Kalla Kecewa Melihat Proses Pembangunan Bandara Hasanuddin
Tangerang Dukung Rencana Komersialisasi Bandara Pondok Cabe
Air Asia dan Garuda Batal Mendarat di Solo
Alat Deteksi Manusia di Bandara Soekarno Hatta Tidak Dioperasikan
Tak Ada Lonjakan di Bandara Adisucipto
Bandara Banyuwangi Beroperasi Pertengahan 2008
Kalla Minta Keamanan Bandara Lebih Sistematis
Dharmasraya Akan Bangun Bandara Rp 400 miliar
> selengkapnya...

Website

Departemen Perhubungan
PT Angkasa Pura II
PT Angkasa Pura I

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122588 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data