|
Kenaikan Dinilai Harga Bahan Bakar Tidak Tepat
Selasa, 06 Mei 2008 | 17:36 WIB
TEMPO Interaktif, Serang:Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak, dinilai tidak tepat. Ketua Umum Komite Indonesia Bangkit Rizal Ramli mengatakan ada dua opsi yang ditawarkan pemerintah namun tidak dijalankan. "Kebijakan presiden yang akan menaikkan bahan bakar minyak untuk kedua kalinya ini salah kaprah," kata Rizal dalam seminar Menggagas Kebangkitan Ekonomi Indonesia.
Pemerintah seharusnya menghemat produksi minyak di Pertamina 20 persen dan transmission lost di PLN 11 persen. "Saat ini ongkos produksi bahan bakar minyak di Indonesia merupakan tertinggi di Asia,” katanya. Apalagi tingginya jumlah pungutan liar bisa mencapai 600 miliar sehari.
Juru bicara Komite Indonesia Bangkit, Adhie M. Massardi menyarankan pemerintah agar membatalkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak. “Kita belum melihat pemerintah mengerjakan opsi yang lain, seperti efisiensi dan pemangkasan belanja pemerintah yang tidak penting,” kata dia.
Mabsuti Ibnu Marhas
INDEKS BERITA LAINNYA :
|