|
Warga Bandung Tolak Pembangunan Stasiun Elpiji
Rabu, 07 Mei 2008 | 08:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 100 warga Ciseureuh, Kecamatan Regol, Kota Bandung menolak pembangunan stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE). Warga menolak karena SPPBE dibangun berdekatan dengan pemukiman.
Menurut Wawan, salah satu warga, mereka khawatir SPPBE membahayakan lingkungan di sekitarnya. Berdasarkan berita-berita di media massa, kata dia, stasiun pengisian elpiji rentan kebocoran dan berisiko menimbulkan ledakan. "Kami tidak mau keluarga kami hidup di dengan resiko seperti itu," katanya, Rabu (7/5).
Menurut dia, tidak semua warga diberitahu mengenai pembangunan tersebut oleh PT Indonesia Bintang Cemerlang, selaku pemilik SPPBE. "Kami baru tahu rencana itu dari warga RW 07 pada Februari lalu," katanya.
Kuasa hukum PT Indonesia Bintang Cemerlang AW Donkers Mayorga mengatakan, pembangunan SPPBE itu sudah sesuai dengan izin yang diberikan. "Kecuali izin izin gangguan yang belum ada, karena memang belum selesai dibangun," katanya melalui sambungan telepon.
Dia menjelaskan, pihaknya sudah bertemu dengan warga dari Ciseureuh pada April lalu, dan tidak ada masalah. "Kalau masih ada yang keberatan, nanti akan kami bicarakan lagi," ujarnya.
RANA AKBARI FITRIAWAN
INDEKS BERITA LAINNYA :
|