Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Mahasiswa Bandung Tolak Kenaikan BBM
Kamis, 08 Mei 2008 | 14:31 WIB

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak 20-30 persen dalam waktu dekat menuai protes. Setelah mahasiswa Jakarta dan Makassar, kini giliran mahasiwa Bandung berunjuk rasa.

Ratusan mahasiswa dari Universitas Islam Bandung, mengelar orasi sejak pagi tadi di kampusnya, Jalan Taman Sari, Bandung. Mereka juga membakar ban. Alhasil, polisi terpaksa menutup salah ruas jalan yang menghubungkan jalan Wastukencana dengan dengan Jalan Ir H. Juanda itu. “Kami menolak rencana kenaikan BBM karena menyengsarakan rakyat,”kata Afif Abdul Qoyim, Koordinator Unjuk Rasa.

Apalagi, kata Afif, harga beberapa kebutuhan pokok di pasar sekarang sudah mulai naik. Karena itu, mahasiswa menuntut pemerintah sesegera mungkin menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau mayoritas masyarakat. “Kalau tuntutan itu tidak seera dipenuhi, maka hanya ada satu kata, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla harus turun dari jabatannya,”kata Afif.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Jawa Barat H.A.M Ruslan menyatakan siap menampung gelombang aspirasi yang akan disampaikan masyarakat. “Itu sudah kewajiban Dewan,”katanya.

Ruslan mengaku bisa memahami bila pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM. Keputusan itu, akan sangat memberatkan masyarakat. “Tapi saya harap kenaikan harga BBM nanti bisa dipahami secara proporsional oleh semua,”katanya.

Ruslan berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Barat segera menyiapkan diri menghadapi kenaikan harga BBM dua-tiga pekan mendatang. Terutama, terkait rencana pemerintah memberikan subsidi berupa Bantuan Langsung Tunai kepada warga miskin. “Pendataan warga miskin harus akurat, jangan sampai seperti pengalaman tahun lalu warga yang tidak berhak malah mendapat BLT,”katanya.

Pemerintah daerah, kata Ruslan, juga harus bersiap dengan asumsi baru Anggaran Pendapatan Belanja Daerah agar selaras dengan harga BBM kelak.

Erick P. Hardi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122722 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Tidak Ada Lagi Kenaikan BBM
Seleksi Lembaga Perlindungan Saksi Dimulai Besok
Komisi Yudisial Jadwalkan Periksa Khaidir
Pembahasan Air Bersih di Tangerang Mandek
Waspada Pencurian Dengan Modus Pengembosan Ban

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data