Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ahli dari Amerika Teliti Lumpur Lapindo
Kamis, 08 Mei 2008 | 20:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim peneliti dari Arizona State University (ASU) Amerika, lakukan penelitian untuk mencari sumber dari batuan dan air yang keluar dari pusat semburan Lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo.

Para peneliti yang terdiri dari Dr Amanda Clarke, Dr Ramon Arrowsmith, Dr Holary Hartnet serta Dr Danie Hidayat ini mengaku hanya akan memfokuskan diri pada pencarian sumber kedalam asal material yang menyembur kepermukaan.

“Kita tidak mencari penyebab semburan, karena itu bukan wilyah kami,” kata Dr Amanda Clarke, ketika memberi keterangan pers di hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (8/5).

Lebih lanjut, gunung lumpur seperti yang terjadi di Porong, menurut mereka suatu fenomena alam yang umum timbul didaerah yang memiliki kandungan hidrokarbon (minyak dan gas) serta memiliki aktifitas tektonik (gempa bumi).

Fenomena ini menurut mereka juga bisa dikaitkan dengan gunung berapi lumpur yang di Indonesia sendiri rata tersebar dibeberapa kawasan termasuk juga di Porong Sidoarjo. “Meski demikian, bukan wilayah kami apakah ini mudvolcano murni ataukah karena ulah manusia,” tambah Amanda.

Apalagi dibawah kawasan porong terdapat sebuah sesar (patahan) watu kosek yang memanjang mulai dari Gunung Penanggungan hingga ke Madura. Diatas sesar ini, setidaknya terdapat enam titik yang hingga saat ini mengeluarkan lumpur sebagaimana yang terjadi di Porong.
Ke-enam titik tersebut adalah, semburan lumpur Lapindo sendiri, Kalanganyar (didaerah Sedati Sidoarjo), Pulungan (Sedati Sidoarjo), Gunung Anyar (Rungkut Surabaya), serta Buje Tasek (bangkalan).

Hanya saja dari enam titik ini memang hanya lumpur Lapindo yang masih baru sementara lainnya memiliki usia lebih dari puluhan tahun.

Tim peneliti sendiri terbagi kedalam dua hal yaitu penelitian terhadap aktivitas tektonik, serta geo kimia. “Kita sudah bawa sample material padat dan cair dari enam titik itu untuk kita teliti lebih lanjut di Amerika,” kata Arrowsmith.

Penelitian di sekitar porong ini sebenarnya adalah penelitian akhir setelah sejak Februari lalu mereka berkeliling Indonesia untuk meneliti seluruh gunung berapi Lumpur. “Di Indonesia terdapat ribuan gunung berapi Lumpur, tapi kusus yang terjadi di Porong sangat komplek dan unik,” tambah Arrowsmith.

Ditempat yang sama, deputi operasional BPLS Moh Sofyan Hadi menyambut baik penelitian yang dilakukan ahli dari Amerika ini. “Kami akan membantu, asal hasil penelitian nantinya dikopikan ke kita,” kata Sofyan.

Menurut sofyan, sejak adanya luapan lapindo, hingga saat ini setidaknya telah ada 20an peneliti dari luar negeri yang telah melakukan kajian fenomena yang terjadi di kawasan porong tersebut. Rohman Taufiq


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122754 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data