|
KPU Kota Bandung Belum Pastikan Biaya Verifikasi Calon Perseorangan
Jum'at, 09 Mei 2008 | 09:32 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:KPU Kota Bandung belum memastikan besaran dana yang akan disiapkan untuk biaya verifikasi calon perseorangan. “Baru akan ditentukan dalam rapat pleno beberapa hari lagi,” ujar Ketua KPU Kota Bandung Benny Mustofa saat dihubungi Kamis (8/5) malam.
Namun, kata Benny, dana itu sudah termasuk ke dalam anggaran pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bandung periode 2008-2013 sebesar Rp 35 miliar. “Dana verifikasi itu nanti akan diserahkan kepada PPK dan PPS,” ujarnya.
Sebelumnya, anggota Komisi Pemilihan Umum Andi Nurpati mengatakan KPUD tak mengalokasikan anggaran untuk calon perseorangan. Keterlibatan calon perseorangan, kata dia, menambah biaya pemilihan kepala daerah karena besar kemungkinan pemilu kepala daerah berlangsung dua putaran.
Benny menegaskan pemerintah daerah tidak mengeluarkan biaya lain untuk calon perseorangan selain untuk verifikasi itu. “Pasangan calon yang diusung oleh partai politik pun harus mengeluarkan duit sendiri,” ujarnya.
Ekonom yang pernah mendaftar sebagai calon perseorangan Faisal Basri mengatakan setiap calon perseorangan jangan terlalu berharap banyak mendapat anggaran yang sama dengan calon dari partai politik. Tapi, kata dia, pemerintah harus memberi anggaran untuk dialokasikan bagi calon perseorangan. “Misalnya biaya verifikasi jangan dibebankan kepada calon,” kata Faisal di Bandung kemarin.
Pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bandung akan diikuti sejumlah pasangan calon perseorangan. Hingga kini sudah tiga pasang calon perseorangan yang akan meramaikan pertarungan. Mereka adalah pasangan Indra Perwira-Dedi Haryadi, Syinar Budhi Arta–Arry Akhmad Arman, dan Hudaya Prawira-Nahadi.
Indra Perwira mengaku pernah mendengar adanya dana sebesar Rp 1 miliar yang dianggarkan KPU Kota Bandung untuk calon perseorangan. “Tapi saya tidak tahu apakah KPU merealisasikan dana itu atau tidak,” ujarnya.
Rana Akbari Fitriawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|