Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Santri Cianjur Tutup Tempat Biliar
Sabtu, 10 Mei 2008 | 18:24 WIB

TEMPO Interaktif, CIANJUR:Puluhan santri yang tergabung dalam Ikatan Masyarakat Anti Maksiat (IMAM) dan Aliansi Umat Islam (AUI) Cianjur mendatangi dan menutup tempat permainan biliar Century di Jalan Dr. Muwardi Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (10/5) malam. Mereka meminta pengelola menutup tempat itu karena diduga menjadi tempat praktek kemaksiatan.

Datang menggunakan mobil dan sepeda motor, langsung mengeruduk tempat itu. Namun tak ada kekerasan. Para santri hanya membaca shalawat sambil duduk-duduk di pelataran parkir. Meski begitu, aksi para santri itu menjadi tontonan warga dan pengunjung pasar yang lokasinya berdekatan dengan tempat itu.

Deni Saifurrahman, Koordinator para santri itu menegaskan kedatangan mereka untuk mengingatkan para pengelola biliar untk menutup dan menghentikan usahanya. Soalnya tempat itu ditengarai jadi lokasi penjualan minuman keras dan kemaksiatan. "Kami menuntut agar segera ditutup. Jika tidak, kami akan datang lagi dengan massa yang lebih besar," ancam Deni.

Ia menyayangkan sikap pemerintah setempat yang membiarkan tempat itu tetap beroperasi. Padahal, desakan penutupan telah beberapa kali dilayangkan. "Namun surat kami tidak pernah ditanggapi serius," katanya.

Deni juga menyayangkan komentar Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Maskana Sumitra, sehari sebelumnya, Jumat (9/5), yang mengatakan bahwa tempat biliar Century tidak menyalahi aturan perizinan yang telah dikeluarkan pemerintah. "Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan atas respon pemerintah yang tak menggubris desakan penutupan yang kami sampaikan. Bahkan, pernyataan Sekda terkesan arogan dan melagalitas bentuk kemaksiatan," ujarnya.

Polisi sendiri kemarin berhasil menahan para santri untuk tidak memasuki tempat biliar. Setelah berdialog dengan pengelola, aktivitas biliar pun dihentikan dan para pengunjung dibubarkan. Polisi lantas menyegel pintu masuk Century dengan police line. "Untuk sementara kami meminta pihak pengelola menghentikan aktivitas tempat biliar ini dalam jangka waktu tertentu sampai ada kejelasan hukum," ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cianjur, Inspektur Dua Sugeng.


Deden Abdul Aziz


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kupang Rusuh, Satu Polisi Tewas
Warga Hajar Oknum Polisi dan Paranormal
Kesimpulan Sementara, Wandi Pelaku Tunggal
Polri Minta Warga Makassar Tidak Main Hakim Sendiri
Kantor Polisi Dibakar Warga
Ribuan Warga Duduki Pengadilan Jember
Rumah Anggota Ahmadiyah di Lombok Dibakar
Ratusan Warga Rusak Tempat Galian Pasir
Komnas Akan Laporkan Pembuangan Bayi Aborsi
Pesantren Salafiah Nyatakan Pengurusan Jenazah Sesuai Qur'an
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122855 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data