Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Inu Kencana Surati Presiden
Minggu, 11 Mei 2008 | 19:09 WIB

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Inu Kencana Syafiie akhirnya memutuskan menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal mutasi dirinya ke Departemen Dalam Negeri. Lewat surat yang dikirimkannya melalui pos itu, Inu minta Presiden tetap mempertahankannya di IPDN.

Inu meyakini Presiden akan menanggapi suratnya itu dengan positif. Ia bahkan optimistis, Presiden SBY mengaulkan permohonannya untuk tetap mengajar di IPDN. ”Kalau ditolak saya mundur sebagai PNS, tapi saya tidak mau su’udzhon, saya selalu optimistis,” kata Inu kepada Tempo, Ahad (11/5)

Inu bersikukuh ingin tetap mengajar di IPDN meski sejak mulai membuka berbagai kasus pada 1990-an, dirinya pernah mengalami pengusiran dari kampus, demonstrasi praja, hingga percobaan pembunuhan. Dia pun kini hanya tinggal di rumah dinas golongan II, tanpa mengajar, dan tanpa kenaikan pangkat. ”Tapi itu semua tidak saya gubris dan masih dapat saya atasi dengan bantuan polisi,”katanya.

Seperti diketahui, Kamis (8/5), Inu dimutasikan ke Departemen Dalam Negeri dan menempati posisi barunya sebagai Kepala Bidang Penataan Daerah pada Puslitbang Otonomi Daerah, Depdagri. Pemindahan itu sesuai Keputusan Mendagri tanggal 30 April 2008. Namun Inu sendiri meyakini pemindahannnya ke Depdagri merupakan siasat IPDN supaya dia tidak lagi membongkar kasus di IPDN. “ Biar kasus korupsi, kekerasan, narkoba dan seks bebas di IPDN tidak bocor keluar,” ujarnya. (Tempointeraktif, Kamis (8/5).

Surat untuk Presiden itu sendiri dikirimkan Inu ke kantor Pos, Sabtu (10/5) sekitar pukul 13.30 dengan tembusan kepada Wakil Presiden, Menteri Dalam Negeri, Inspektur Jenderal Depdagri, Sekretaris Jenderal Depdagri, Ketua DPR dan Ketua DPD. Menurut petugas kantor pos, surat Inu akan tiba di tempat tujuan pada Senin (12/5).

Lewat surat itu, Inu juga memaparkan kalau dirinyalah yang melaporkan kasus pembunuhan, korupsi, narkoba dan berbagai kekerasan di IPDN kepada polisi sejak tahun 1990 hingga 2008. Hal itu dia lakukan agar IPDN bersih dari segala bentuk tindakan kriminal.

Adapun mutasinya ke Depdagri, bisa mengakibatkan dirinya keluar dari kampus dan tidak bisa lagi mengawal IPDN hingga bersih dari segala bentuk kasus tak terpuji seperti pernah diinstruksikan Presiden sendiri. ”Jabatan itu akan membuat saya diberhentikan dan terpisah dari IPDN,”katanya.

Erick P. Hardi



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Inu Kencana Surati Presiden
Gubenur Minta Aparat Selidiki Kematian Praja
Lagi, Praja IPDN Tewas
IIP Mataram Buka Program Manajemen Pemberdayaan Masyarakat
Habis Mabuk, Praja IPDN Digelandang
Mabuk, Praja IPDN Digelandang Warga
Putusan Banding Untuk Obon Lebih Berat
Profesor Lexie Bebas
Penganiaya Cliff Muntu Divonis 3 Tahun
Penganiaya Cliff Muntu Dituntut 8 Tahun Penjara
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122858 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Satu Orang Terluka di Kecelakaan Tol Tangerang
Kejaksaan Kembalikan Berkas Kasus Sinar Pacific
Persiba Siapkan Pengganti Peter Butler
Empat Korban Minuman Keras Masih dirawat, Tiga lainnya Tewas
Menteri Keuangan Kembali Bekukan Izin Kantor Akuntan Publik

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data