|
Semburan Lumpur dan Gas di Indramayu Mencapai Satu Meter
Minggu, 11 Mei 2008 | 19:28 WIB
TEMPO Interaktif, Indramayu:
Semburan lumpur bercampur air dan gas yang dua pekan terakhir muncul di Desa Dukuh Jeruk, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, semakin meninggi. Ketinggian semburan itu kini mencapai sekitar satu meter.
Berdasarkan pantuan Tempo, Ahad (11/5), semburan air dan lumpur berada di satu titik di areal persawahan di Desa Dukuh Jeruk. Semburan itu membentuk seperti air mancur, tapi bercampur lumpur dan pasir.
Seorang petani di daerah tersebut, Taryana, mengungkapkan hari ini tiba-tiba saja semburan itu meninggi. "Pagi-pagi saya sudah menemukan semburan setinggi itu," tuturnya. Saat itu ketinggian semburan mencapai 1 meter.
Sawilaya, ahli teknis operasi pada unit kerja ulang pindah lapisan di Pertamina EP Region Jawa, mengungkapkan belum mengetahui apakah semburan itu berasal dari dua sumur gas yang mereka miliki. "Masih kami selidiki," ia menuturkan. Di daerah tersebut Pertamina memiliki dua sumur, yaitu Jatibarang 175 dan 192.
Saat ditanyakan mengapa bercampur dengan pasir, ia mengungkapkan kemungkinan lubang semburan bekas sumur pantek warga dengan kedalaman antara 8-15 meter. "Sehingga keluarlah pasir itu," ujarnya. Pasir itu pun saat ini tengah diperiksa di laboratorium.
Sawilaya mengungkapkan, walaupun tidak berbau, tetapi semburan itu mudah terbakar. Seorang warga yang iseng bahkan sempat menyalakan api dan api ternyata tidak mudah dipadamkan. Senin esok, Pertamina akan mulai menyelidiki penyebab semburan tersebut. Ivansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|