Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Hadiri Acara Puncak Hari Pendidikan Nasional di Surabaya
Senin, 12 Mei 2008 | 11:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menghadiri peringatan puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2008 di Auditorium kampus C Unair Surabaya, Senin (12/5).

Acara ini juga dihadiri seribu lebih perwakilan guru se Jatim dan sejumlah kepala daerah dari luar Jatim. Selain memberikan sambutan, dalam acara ini SBY dijadwalkan menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Pendidikan kepada 12 orang kepala sekolah, pengawas dan guru yang bertugas di daerah terpencil. Diantaranya kepada Ahmad.Kamil Kepala SD Impres Kelurahan Sama, Kecamatan Sulu Besi Timur, Kepulauan Sulu,.Maluku Utara dan Lodewik Wetipo guru SD Impres Wuserem, Kecamatan Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Presiden SBY juga akan menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Kayra Satya XXX tahun kepada 5 orang perwakilan karyawan departemen pendidikan nasional. Memberikan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada 5 orang siswa pemenang medali emas tingkat internasional serta menyerahkan penghargaan Widya Krama kepda tiga perwakilan gubernur dan 6 orang perwakilan bupati/walikota yang berhasil melaksanakan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.

Peringatan puncak Hardiknas ini mengambil tema Sebagai Bagian Dari Peringatan 100 Tahu Kebangkitan Bangsa. Berbagai tarian tradisional dari berbagai daerah ditampilkan, misalnya tari Remo dari Surabaya dan Reog dari Ponorogo. Setelah menghadiri Peringatan puncak Hardiknas, SBY di dampingi istri dan sejumlah menteri dijadwalkan meninjau lokasi jembatan Suramadu di bentang tengah dengan naik KMP Gajah Mada. Lalu SBY mengunjungi Rumah Pintar Dolphin di Armatim.

Gubernur Jatim dalam sambutannya menjelaskan pemerintah provinsi Jatim telah menuntaskan 744 ribu angka buta huruf di usia 16-45 tahun. Pada 2007 Jatim telah mencanangkan wajib belajar 9 tahun. "tingkat partisipasi kasar mencapai 99,74% .tahun ini ditargetkan wajib belajar tuntas," katanya melaporkan pada presiden. adi mawardi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122880 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data