Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sambut Kedatangan Presiden SBY, Mahasiswa Unjuk Rasa
Senin, 12 Mei 2008 | 11:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi berunjuk rasa menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menghadiri puncak acara hari Pendidikan Nasional di Kampus C Universitas Airlangga Surabaya, Senin (12/5).

Unjuk rasa mahasiswa dilakukan di perempatan Jalan Kertajaya Indah Timur atau perempata Koni Surabaya. Rencannya, Mahasiswa ini akan menghadang rombongan
Presiden, namun mereka gagal karena rombongan menggunakan jalan lain untuk menuju lokasi acara.

Dalam unjuk rasanya, mahasiswa terbagi kedalam tiga kelompok, masing-masing dari BEM ITS dan Unair, Front Perjuangan Rakyar (gebungan dari PMII, FMN, IMM, GMNI
serta organisasi ekstra kampus lain), serta dari KAMMI.

Meski terbelah kedalam tiga massa aksi, namun mahasiswa sepakat mengusung satu isu tunggal yaitu menolak rencana pemerintah yang akan menaikan harga BBM. “Rencana menaikkan BBM juni mendatang akan melengkapi kesuksesan SBY-JK dalam memperparah penderitaan rakyat,” kata Nuril Hablu dari BEM ITS.

Karennya, mahasiswa menolak rencana ini dan menuntut pemerintahan SBY-JK segera memperbaiki kinerja ekonomi. “Selama ini, BBM terus dinaikkan, asset Negara terus dijual, kinerja ekonomi juga tak terarah. SBY-JK ternyata hanya pandai mengobral janji dan tebar pesona,” kata Dipo Zaenal Arifin, dari PMII Surabaya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga membawa berbagai karangan bunga serta keranda bertuliskan matinya kesempatan bagi kaum miskin untuk mendapatkan sandang, pangan dan papan yang layak.

Selain penolakan terhadap rencana kenaikan BBM, massa juga mendesak pemerintah segera mewujdukan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau, menuntut penyelesaian kasus BLBI, ketersediaan kebutuhan pokok yang terjangkau bagi rakyat, serta menuntut Pemerintah segera penyelesaian kasus Lapindo.

“BBM dinaikan dengan dalih penghematan APBN, padahal ganti rugi korban lapindo rencannya juga akan ambil dari APBN. BBM tidak perlu naik kalau SBY berani memaksa
Lapindo bayar seluruh ganti rugi,” tambah Dipo.

Sementara itu, unjuk rasa sendiri sempat diwarnai aksi saling pukul antara pengunjuk rasa dan aparat kepolisian. Akibat aksi ini seorang mahasiswa bernama Widyanto dari fakultas sastra Arab IAIN Surabaya terpaksa diamanakan aparat kepolisian karena dituding telah memprovokasi massa. Rohman Taufiq


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122885 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data