Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

HIPMI Yogya: BBM Mestinya Tetap Bersubsidi
Senin, 12 Mei 2008 | 15:53 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pemerintah supaya tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) 30 persen. Kenaikan secara drastis tersebut dikhawatirkan akan sangat memukul iklim investasi.

"Seandainya kenaikan BBM tersebut tidak bisa ditunda, mestinya bisa dilakukan secara bertahap dengan jangka waktu minimal enam bulan," kata Ketua DPD HIPMI Yogyakarta, Iwan Setiawan, Senin (12/5). Dengan kenaikan harga BBM secara bertahap, tambah dia, kalangan industri bisa melakukan persiapan terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

Menurut dia, sekarang belum saatnya pemerintah mencabut subsidi BBM karena rakyat memang belum siap. Sedangkan masalah bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga miskin, menurut Iwan, adalah hal yang tidak mendidik.

Dampak yang paling jelas jika harga BBM naik adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang akan terjadi di perusahaan-perusahaan besar dengan alasan perampingan dan efisiensi. Dampak tersebut baru terasa sekitar setahun. "Kalau bebannya terlampau berat, tentu solusi terakhir dari perusahaan juga adalah perampingan," kata Iwan.

Sementara itu, Kepolisian Kota Besar Yogyakarta menerjunkan 242 personelnya untuk mengawasi 26 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah hukum Kota Yogyakarta. Selain pengawasan SPBU, Poltabes juga mengawasi tempat-tempat yang rawan terjadi penimbunan BBM. "Kita sebar personil kita, baik yang berseragam maupun yang berpakaian preman," kata Kapoltabes Yogyakarta Komisaris Besar Agung Budi Maryoto di sela-sela aksi mahasiswa di Gedung DPRD DIY.

Muh Syaifullah

Dari Arsip Majalah TEMPO
Harga Minyak, Bukan Sekadar Asumsi APBN | 11 April 2005
Surat Pembaca | 04 April 2005
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Dilema Pemain Baru | 21 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Menyumbat Kebocoran Minyak | 21 Maret 2005
Hari Purnomo Meminta Pemeriksaan Dihentikan | 21 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gubernur Jawa Tengah Batasi Perjalanan Dinas
Dewan Tani Indonesia Tolak Kenaikan BBM
Kenaikan Harga BBM Harus Dibahas dengan DPR
Organda Segera Naikan Tarif
Kenaikan Harga BBM Akhir Mei
PPP Dukung Kenaikan Harga BBM
Kalla Minta Pengusaha Dukung Kenaikan Harga BBM
90 Ribu Ton Bahan Bakar Sulingan Ilegal Disita
Polisi Jadi Tersangka Pengoplosan BBM
Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM
> selengkapnya...

Referensi

Berpihak pada Orang Kaya
Harga Premium Sekitar Rp 6.000
Siapa Boleh Membeli
Kota-kota Mulai Lumpuh
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122918 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Baling-baling Tersangkut Layang-layang
Awan Menggantung di Langit Jakarta
Jalan Tol Jakarta dan Sekitarnya Lancar
Massa Nasionalis dan Islam Tolak Harga BBM Naik
Presiden Yudhoyono Melayat Almarhum Sophan Sophiaan

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data