|
Beli Bensin Harus Ada Rekomendasi Kelurahan
Senin, 12 Mei 2008 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana kenaikan harga BBM di Jember juga menyebabkan kebijakan SPBU yang membatasi pembelian bensin oleh pemilik kios bensin.
Selain dibatasi, pembelian juga sedikit sulit karena harus menggunakan surat pernyataan. Di sejumlah kios bensin di Kabupaten Jember, dalam lima hari terakhir pemilik kios bensin harus membawa surat rekomendasi dari keluarahan untuk membeli bensin di SPBU. "Kalau tidak bawa surat ya tidak bisa beli bensin," kata Syahrul, 35 tahun, pemilik kios bensin di depan RSUD dr. Soebandi Jember.
Selain harus membawa surat rekomendasi, pembelian bensin oleh pemilik kios juga dibatasi. Setiap pemilik kios bensin hanya dibolehkan membeli bensin maksimal 20 liter di setiap SPBU.
Para pemilik kios bensin juga mengaku harus repot kulakan setelah Presiden SBY berpidato soal rencana kenaikan harga BBM di televisi beberapa hari lalu. "Ya, setelah Pak SBY mengumumkan di televisi, kita jadi repot begini," kata Ny. Madrais, 35 tahun, pemilik kios bensin dan pedagang rokok di kawasan kota Jember.
Wakil Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi wilayah eks Karesidenan Besuki, Beny Satria Cahyadi mengatakan kebijakan itu diberlakukan untuk menghindari adanya warga yang menimbun bensin. "Dengan kebijkan seperti itu, kan ketahuan pemilik kios sudah membeli bensin di SPBU tertentu," katanya.
Para nelayan di wilayah pantai Puger-Jember juga mengeluh. Saat ini banyak nelayan yang mengaku terpaksa menghentikan kegiatan mencari ikan di laut, kenaikan harga solar. Sejak sepekan ini ,ada beberpa nelayan perahunya banyak yang tidak di oprasikan ,gara gara sulit untuk membeli bahan bakar solar. "Kalaupun ada, harganya naik. Biasanya 4300 per liter, sekarang sudah jadi Rp 4.700 sampai Rp 5000 per liter," ujar seorang nelayan, Miskari, 40 tahun. mahbub djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|