Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tolak Kenaikan BBM:

Ratusan Mahasiwa Kediri Sholat Jenazah
Senin, 12 Mei 2008 | 19:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menjelang kenaikan harga BBM, sekitar 250 orang mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di bundaran Sekartaji yang berdekatan dengan patung pahlawan PETA (pembela tanah air) Sudanco Suprioyadi di Jalan KDP Slamet, Kota Kediri, Senin (12/5). Aksi yang digalang para aktifis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kadiri dan Institut Agama Islam Tri Bhakti itu juga melakukan sholat jenazah sebagai simbolisasi telah matinya hati nurani pemerintah terhadap penderitaan rakyat.

Sebelum melakukan sholat jenasah, para mahasiswa memikul keranda mayat dan meletakkannya di pinggir jalan yang dilalui lalu lintas padat. Keranda berwarna gelap dengan tulisan "Reformasi dan Kepekaan Negara Telah Mati" itu kemudian disholati bersama-sama di tepi jalan hingga sempat menyebabkan lalu lintas sempat terganggu.

"Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM sangat mencederai rakyat. Seharusnya hal itu tidak dilakukan di tengah-tengah kehidupan ekonomi rakyat yang kini kian terpuruk," kata Samsul salah seorang pengunjukrasa.

Menurut Samsul, keterjepitan ekonomi itu kini semakin bertambah dengan akan dikeluarkannya keputusan menaikkan harga BBM. Padahal seharusnya pemerintah justru mencari kebijakan alternatif yang meringankan penderitaan rakyat.

"Karena fakta penderitaan rakyat sudah sangat terbuka, kami menyatakan menolak kenaikan harga BBM. Kami akan terus berdemosntrasi hingga keputusan itu dibatalkan," kata Samsul.

Usai melakukan aksi di bundaran Sekartaji, para mahasiswa melanjutkan perjalanan menuju gedung DPRD Kota Kediri di jalan Mayor Bismo sembari mengusung keranda mayat, puluhan spanduk dan pamflet. Begitu tiba di gedung wakil rakyat, ratusan aparat keamanan telah memagar betis halaman gedung DPRD. Namun setelah bernegosiasi, para pengunjukrasa diperkenankan masuk dengan tertib.

Para mahasiswa diterima dua anggota DPRD, Heru Ansori dan Arifin Asror. Keduanya berjanji akan mengirimkan aspirasi mahasiswa ke DPR RI di Jakarta. Usai menyerahkan pernyataan sikap, mahasiswa membubarkan diri. DWIDJO U. MAKSUM


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122942 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Komisi Yudisial Jadwalkan Periksa Khaidir
Pembahasan Air Bersih di Tangerang Mandek
Waspada Pencurian Dengan Modus Pengembosan Ban
Mahasiswa Indonesia Kurang Pede Berbahasa Inggris
Kekeringan Mulai Hantam Kabupaten Kediri

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data