|
Komisi Kepolisian Minta Pelaku Kekerasan di Akpol Diberi Sanksi Berat
Kamis, 15 Mei 2008 | 09:33 WIB
TEMPO Interaktif,
Semarang:Komisi Kepolisian Nasional meminta agar para taruna yang terlibat dalam penggeroyokan di Akademi Kepolisian diberi sanksi seberat-beratnya.
Anggota Kepolisian Nasional Novel Ali menyatakan, penggunaan kekerasan di seluruh satuan kerja Polri merupakan bentuk resistensi anggota polri serta pelanggaran HAM terhadap konsep polisi sipil.
"Apalagi Akpol merupakan lembaga pendidikan yang mencetak perwira Polri yang profesional dan demokratik, makanya sanksinya harus seberat mungkin," kata Novel kepada Tempo di Semarang hari ini (Kamis, 15/5).
Novel menyatakan, Kopolnas akan melakukan klarifikasi kepada Gubernur Akademi Kepolisian terkait terjadinya peristiwa penggeroyokan yang menimpa Taruna Tri Pramuda Siburian.
Peristiwa penggeroyokan di Akpol terjadi pada Kamis pekan lalu. Taruna asal Medan, Sersan Mayor Taruna Tri Pramuda Siburian dikeroyok oleh beberapa teman seangkatannya. Hingga kini, pihak Akpol masih tidak mau menjelaskan rentetan terjadinya peristiwa kekerasan tersebut. Rofiuddin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|