|
Kemarau Tiba, Petani Cilacap Kekurangan Air
Jum'at, 16 Mei 2008 | 20:03 WIB
TEMPO Interaktif, CILACAP:
Memasuki musim kemarau tahun ini, 4 desa di wilayah Kabupaten Cilacap ternacam gagal tanam. Saat ini debit air yang mengairi sawah mereka tinggal 1/5 dari debit normal.
Keempat desa yang sawahnya kesulitan air itu di antaranya, Desa Mulyasari, Mulyadadi, Padangsari, dan Pahonjean. Selama ini mereka mengandalkan pengairan dari bendung darurat yang ada di Desa Mulyadadi. Bendung tersebut menampung aliran air Sungai Cilopadang.
Darimun, Ketua Unit Bantu Pengelolaan dan Pemanfaatan Air Kabupaten Cilacap, Jum'at (16/5) mengatakan, sawah yang terancam pengairannya mempunyai luas sekitar 1046 hektare. Selama ini untuk mengatasi kelangkaan air itu, petani mengandalkan bendung darurat, yang harus direnovasi tiap tahunnya. "Tahun ini kami belum tahu apakah akan dibangun lagi," ujar Darimun.
Untuk pembangunan bendung darurat tersebut butuh biaya sekitar Rp 70 juta. Pembangunan bendung darurat dilakukan oleh petani sendiri dengan biaya swadaya. Terakhir, bendung darurat tersebut direnovasi tahun 2003. "Kalau memang dibutuhkan, bendung tersebut memang akan dibangun lagi," tuturnya. ARIS ANDRIANTO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|