|
Solar Langka di Tegal
Jum'at, 16 Mei 2008 | 20:25 WIB
TEMPO Interaktif, Tegal:
Nelayan kota Tegal mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar solar. Akibatnya, pemberangakatan kapal terhambat.
Menurut Suraji, nahkoda kapal Cakra Utama Jaya, mengaku sudah tiga hari membatalkan kepergiannya melaut, karena kehabisan solar. “Solar selalu nggak ada,” katanya. Menurutnya, keterlambatan keberangakan kapal justru akan menambah biaya bagi awak kapal. Karena ketika menunggu, akan mengeluarkan biaya hidup di luar jam kerja.
Kelangkaan bahan bakar solar bagi nelayan, dibenarkan Ketua I Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia cabang Tegal, Mahmud Efendi. Menurutnya, kelangkaan solar disebabkan antara kebutuhan dan persediaan yang tidak seimbang.
Menurut Efendi, di Station Pengisian Bahan bakar Nelayan (SPBN) pelabuhan Tegal, persediaan solarnya hanya 1.200 ton, atau sekitar 1.244.000 liter. Sedang di musim kemarau, banyak kapal yang siap berangkat, rata-rata butuh 30 ton solar. Karena itu, dengan jumlah kapal yang ada, persediaan solar selalu tidak mencukupi.
Kepala pemasaran Pertamina Tegal, Ari Anggoro kepada Tempo mengatakan, persediaan bahan bakar baik solar maupun premium selalu ada, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Daerah pemasaran Tegal itu meliputi, ex karisidenan Pekalongan, Banyumas dan Kebumen. Kebutuhannya, 600 kiloliter untuk premium dan 500 kiloliter untuk solar. Pertamina mengakui adanya kelangkaan bahan bakar minyak, karena memang ada peningkatan permintaan sebanyak 10 persen.
Terkait rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak, menurut Ari, Pertamina menyiapkan sejumlah antisipasi di antaranya, pengendalian volume di setiap SPBU, dengan batas toleransi maksimal 5 persen premium dan 2 persen solar. Langkah ini untuk menghindari spekulan yang mengambil keuntungan menjelang kenaikan harga, juga upaya penimbunan.
Sementara itu, untuk menjaga terjadinya penyimpangan menjelang diumumkannya kenaikan, kepolisian resor Tegal menurunkan aparat, untuk menjaga lima SPBU di kota tegal, yakni di SPBU Kaligangsa, Cabawan, Pacifik, KS Tubun dan Tegalsari. Demikian kata Komisaris Polisi Susilo Raharjo, Kepala Bagian Operasi Kepolisian Tegal. Edi Faisol
INDEKS BERITA LAINNYA :
|