|
Penyebab Helikopter Mendarat Darurat:
Baling-baling Tersangkut Layang-layang
Minggu, 18 Mei 2008 | 10:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang saksi mata pendaratan darurat helikopter di Bali, Ketut Suardana, menduga penyebab heli mendarat darurat karena baling-balingnya tersangkut tali layang-layang. “Dari pada jatuh di perumahan, lebih baik mendarat di lapangan,” katanya, Sabtu malam.
Peristiwa pendaratan darurat ini berlangsung sekitar pukul 17.00 wita. Lelaki berusia 50 tahunan ini mengaku melihat 3 orang wisatawan asing, 2 orang pemandu, dan seorang pilot keluar dari helikopter sesaat setelah mendarat.
Helikopter jenis BEL bernomor lambung PK-DBE mendarat darurat di lapangan sepak bola SLTP Negeri 2 Denpasar jalan Gunung Agung nomor 112, sore ini. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Dia mengaku helikopter mendarat dengan wajar. Tak ada kepulan asap sebelum helikopter berlabel Derazona di lambung itu sebelum mendarat. “Biasa saja, berputar sebentar terus mendarat,” kata dia.
Seorang polisi yang berjaga di sekitar lokasi membenarkan helikopter mendarat akibat tersangkut tali layang-layang. Tepatnya, kata dia, tali membelit pada poros besi di bawah baling-baling.
SLTPN 2 Denpasar terletak di tengah perkampungan padat penduduk. Beruntung, helikopter mendarat di tengah lapangan bola.
Diduga helikopter ini milik dari PT Derazona, sama dengan helikopter BEL 206 yang jatuh di pantai Lebih, Gianyar, 23 April lalu. Pasalnya, di lambung helikopter tertulis kalimat Derazona.
Diduga helikopter ini disewa PT Air Bali untuk mengantar wisatawan berkeliling Bali . Hingga kini, belum ada pihak yang bisa dimintai keterangan terkait peristiwa ini.
Dari petugas polisi yang berjaga di lokasi, diketahui sejumlah karyawan PT Air Bali berada di lokasi. Namun demikian, tak Satu pun dari mereka bersedia memberikan keterangan. Begitu juga alamat kantornya di Pertokoan Dewa Ruci jalan By Pass Ngurah Rai, tak ada jawaban saat dihubungi melalui telepon. ANANG ZAKARIA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|