Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Musibah Kapal Tenggelam di Madura:

Dua Korban Belum ditemukan
Minggu, 18 Mei 2008 | 17:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua korban nahkoda dan juru kemudi Kapal Motor (KM) Samudera Makmur Jaya, Tejo Trisuwanto dan Sakiran, yang tenggelam di perairan Dermaga Gapura Surya, Tanjung Perak, Surabaya, belum ditemukan. Sepuluh personel tim dari Badan Sar Nasional (Basarnas) Surabaya yang menyisir menggunakan perahu karet sejak pagi belum menemukan dua korban terebut.

KM Kapal Motor (KM) Samudera Makmur Jaya dari agen PT Bahtera Eka Tama tenggelam kemarin Sabtu (17/5) sekitar pukul 18.00 Wib di perairan Dermaga Gapura Surya, Tanjung Perak, Surabaya. Satu korban meninggal yakni Hartono, seorang nelayan tertimpa kapal dan dua ABK (anak buah kapal) nahkoda Tejo Trisuwanto dan juru kemudi Sakiran, hilang. Sementara 15 ABK lainnya selamat. Kapal ini bermuatan pupuk sebanyak 1000 ton rencananya akan dibawa ke Pekan Baru.

Massinis I KM Samudera Makmur Jaya, Agus Hermawan Putra, kepada Tempo, mengaku, kapal ini tenggelam secara tiba-tiba. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda kapal akan tenggelam. Saat itu kapal sedang lego jangkar di kolam sekitar 600 meter dari Pelabuhan Gapura Surya. Tanpa diketahui penyebabnya tiba-tiba kapal semakin turun ke dasar laut. “Tiba-tiba kamar mesin sudah penuh air,” katanya.

Mengetahui hal tersebut ke 17 AKB kata Agus, panik, mereka tidak sempat menyelamatkan barang atau meminta bantuan. Bahkan baju pelampung yang ada juga tak sempat mereka pakai. “Waktunya sangat singkat. Kita sudah tak sempat mengontak yang lain. Yang penting menyelamatkan diri masing-masing,” ucapnya disela-sela diperiksa Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai KPLP Tanjung Perak.

Agus mengaku berhasil selamat dari maut setelah berusaha berenang menggapai kapal yang banyak lego jangkar disekitar kolam Gapura Surya. Sebagian temannya ditolong oleh perahu-perahu kecil milik nelayan yang melintas. “Tapi saya tak tahu posisi nahkoda dan juru mudi. Saat itu yang penting selamat,” jelas Agus yang masih tampak trauma.

Sedangkan Hartono, seorang nelayan meninggal karena dia dengan seorang temannya mendekat ke kapal tersebut. Tujuannya untuk memberitahu bahwa kapal itu miring dan semakin tenggelam. Tapi setelah berada di dekat kapal, justru mereka terhempas badan kapal sehingga Hartono tidak bisa menyelamtkan diri.

Kepala Kantor Basarnas Surabaya, Trikora Harjo, mengatakan sepuluh orang personel Tim Sar telah dikerahkan untuk mencari dua korban yang hilang. Mereka menyusuri kolam Dermaga Gapura Surya sejak jam 10.00 pagi. Karna arus mengarah ke utara mereka mencari korban di arah utara. “Kalau korban tidak berada di dalam kapal, bisa dipastikan akan mengambang di permukan dan akan terbawa arus,” jelasnya.

Tim Sar kesulitan mencari korban karena sampai kini tidak ada informasi dari para ABK atau perusahaan kapal yang memberikan keterangan tentang posisi terakhir nahkoda dan juru kemudi kapal. Bahkan beberapa kali Tim Sar menghubungi telpon kantor perusahaan tersebut tak ada yang mengangkat.

Menurut Trikora, sesuai aturan kalau tidak ada tanda-tanda korban di temukan sampai tujuhhari , pencarian akan dihntikan. Kalau masih ada tanda-tanda atau ada permintaan dari keluarga korban dan perusahaan yang bersangkutan pencarian akan diperpanjang tujuh hari lagi. “Kita akan terus mencari meski perusahaan pemilik kapal sampai sekarang tak ada koordinasi,” tegasnya.

Dalam pencarian siang kemarin, satu perahu karet yang ditumpangi Tim Sar dan sejumlah wartawan nyaris tenggelam di tengah kolam. Bodi perahui ini nyangkut di tiang kapal yang tenggelam, akibatnya perahu ini bocor dan air masuk cepat ke dalam perahu. Melihat hal itu para wartawan sempat panik bersiap menyelamtkan diri masing-masing dengan baju pelampung.

Kepanikan itu tak belangsung seorang Tim Sar minta wartawan tenang dan berpegangan di pinggir perahu. Pelan-pelan perahu ini merapat ke Dermaga yang berjarak sekitar 600 meter. Satu perahu Tim Sar yang juga berisi penuh mengikuti dari belakang. “Saya gak sempat motret. Gimana mau motret wong pikiran bagaimana caranya selamat,” kata Ipung, fotografer Surabaya Post sambil tersenyum dengan celana basah kuyup. adi mawardi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123275 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pembahasan Air Bersih di Tangerang Mandek
Waspada Pencurian Dengan Modus Pengembosan Ban
Mahasiswa Indonesia Kurang Pede Berbahasa Inggris
Kekeringan Mulai Hantam Kabupaten Kediri
Lima Calon Walikota Independen Mendaftar ke KPUD Kediri

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data