Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pendiri PKNU Minta Restu ke PBNU
Minggu, 18 Mei 2008 | 17:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah kiai pendiri PKNU menggelar pertemuan tertutup dengan Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al Hikam, Kota Malang, Minggu (18/5). Dalam pertemuan tersebut, kiai pendiri PKNU meminta dukungan PBNU untuk mengikuti Pemilu tahun depan. "Para pendiri meminta restu PBNU karena pendirian PKNU telah diakui secara legal formal dan syah oleh Pemerintah," kata Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi usai acara.

Para kiai pendiri PKNu yang datang antara lain, KH Abdullah Faqih, KH Abdulrachman Qudori, KH Idris Marzuki, KH Munawir, dan KH Mas Subadar. Sedangkan dari NU diwakili oleh KH HAsyim Muzadi dan Rois Syuriah PWNU Jatim, KH Miftahul Akhyar.

Menurut KH Hasyim Muzadi, tatkala PBNU dimintai pandangan tentang harapan PBNU terhadap PKNU, dirinya mengatakan bahwa NU membutuhkan sebuah partai yang mengusung masalah keagamaan dalam bingkai kebangsaan. NU Tidak menginginkan adanya trauma yang dialami oleh NU dengan pendirian PKB. "PKB didirikan oleh PBNU, tetapi setelah empat tahun berjalan, PKB retak dan secara visioner, misioner, leadership dan rekrutmen, dan arah perjalanannya sudah menyimpang jauh dari angan-angan PBNU saat awal pendirian," ujarnya.

PBNU mempersilahkan warga NU mendirikan partai agar bisa mengambil kebijakan sisi politik. Sedangkan kebijakan sisi Jamaiyah merupakan bagian NU. Karena masing-masing sudah mengurusi bagiannya sendiri-sendiri, KH Hasyim berharap agar partai tidak mencapuradukkan antara urusan politik dan urusan Jamiiyah.

KH Hasyim meminta semua partai yang merasa bernuansa atau berkarakter NU tidak membuat masalah di dalam tubuh NU. Baik itu masalah perpecahan, polarisisai, maupun terganggunya silaturahmi. "Saya minta jaminan kepada semua partai bahwa mereka tidak akan meretakkan NU," tutur KH Hasyim Muzadi. Bibin Bintariadi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123278 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasangan Calon Bupati dari PDI Perjuangan Unggul di Jombang
Gubernur Bolehkan KPU Jatim Bekerja Sampai KPU Baru Dilantik
Laba Bersih Corporindo Tumbuh 103 Persen
Pefindo Valuasi Emiten Kecil dan Menengah
Pendidikan Anti Korupsi Untuk Siswa

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data