|
Tolak Kenaikan BBM:
PBNU Akan Kirim Surat ke Presiden
Minggu, 18 Mei 2008 | 17:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PBNU akan mengeluarkan pernyataan resmi soal rencana kenaikan harga BBM. Pernyataan PBNU akan dikirim secara resmi ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (19/5). "PBNU meminta Pemerintah membatalkan rencana kenaikan harga BBM atau setidaknya menunda," kata Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi usai menerima para kiai pendiri PKNU di rumahnya di Pondok Pesantren Al Hikam, Kota Malang, Minggu (18/5).
KH Hasyim Muzadi menilai alasan Pemerintah yang menyatakan subsidi hanya untuk orang kaya adalah logika sementara. Artinya, logika ini harus dihilangkan karena secara logika, penghapusan subsidi akan berdampak pada kenaikan harga sembilan bahan pokok. Kenaikan harga sembilan bahan pokok ini akan membebani masyarakat. "Rakyat belum siap dengan kenaikan harga barang-barang," ujarnya.
Langkah yang harus diambil Pemerintah untuk mengatasi beban APBN adalah dengan mengoptimalkan efisiensi sejumlah pos anggaran. Soal mana pos anggaran yang harus diefesiensi, PBNU menyerahkan ke Pemerintah.
PBNU juga meminta agar DPR dan Pemerintah mempunyai pandangan yang sama soal kenaikan harga BBM. Jika tidak, rakyat tidak akan mempercayai Pemerintah dan DPR soal berbagai alasan kenaikan. Bibin Bintariadi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|